Hello Guys!
Kayaknya udah lama banget nih aku nggak posting cerita. Bukan karena aku lagi sibuk atau fokus pada kegiatan lain, tapi nggak tahu kenapa setahun terakhir ini aku agak kesulitan untuk nulis cerita2 baru lagi. Kayak nggak ada inspirasi atau semangat gitu. Palingan seringnya cuma nulis dibuku Diary ataupun not angka lagu.
Kalau not angka sih beda lagi ya ceritanya. Karena bagiku kalau mencari not angka itu hanya berpikir dan mendengarkan musik, nada, serta liriknya aja, nggak perlu berpikir jauh seperti menulis cerita yang membuat kita lebih fokus pada tema, lokasi, dan alurnya.
Eitt, kayaknya ceritaku diatas beda deh sama judul postingan blog ini. Hehe, kalau gitu aku mulai aja ya ceritanya.
Beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri lalu, aku kembali berangkat ke kampung halaman, kali ini bersama Mama, Om, Tante, dan 4 orang adik sepupuku. Tapi berbeda dengan kampung yang kami kunjungi sehari setelah lebaran itu, kali ini lebih jauh lagi yaitu di daerah PolMas, Sulawesi Barat.
Ini juga merupakan kali pertama buat kami semua menginjakkan kaki di Polmas setelah hampir 10 tahun kita nggak pernah ke sana lagi. Di sana ada rumah Nenek dan juga rumah kedua adik sepupuku. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 6-7 jam dengan mengendarai mobil. Namun bagiku, perjalanan kali ini lebih seru dibanding waktu sehari setelah lebaran itu. Omku yang jadi pengemudinya juga enak dan seru diajak bercanda. Nggak bosen dan nggak bikin bete. Kapanpun kami bisa singgah tanpa harus memikirkan terlambat sampai atau apapun itu.
Kami start dari Makassar itu sekitar pukul 12.30 siang setelah shalat dhuhur, melalui Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, barulah kami sampai ditujuan pada pukul 19.30 malam. Hitung aja sendiri berapa jam kami diperjalanan. Cukup melelahkan, tapi seru juga. :D Kami menginap di rumah kedua sepupuku.
Oh ya, aku belum cerita kenapa kami ke sana lagi, padahal beberapa hari sebelumnya kami baru aja tiba dari Sidrap. Selain untuk mengunjungi rumah Om, Tante dan kedua adik sepupuku, kami juga mengunjungi rumah Nenek. Esok harinya, sekitar pukul 5 sore kami pun kembali lagi ke Makassar.
Nah, di perjalanan pulang itu bagiku yang seru. Setelah sebelumnya kami singgah sebentar di rumah Nenek di Pare Pare, perjalanan kami menuju Makassar kami pun singgah hampir disetiap kedai jualan yang berbeda. Makan gogos, beli jeruk, dan lain-lainnya. Tapi meski begitu kami sampai di Makassar tidak terlalu larut malam juga.
***
Terakhir kali aku ke PolMas kira-kira umurku masih sekitar 7 atau 8 tahun. Berarti sudah sekitar 12 atau 13 tahun berlalu.
Aku masih lumayan ingat sih waktu itu. Aku, bersama Mama, serta Om dan Tanteku (yang lain) berkunjung ke Polmas, dan kebetulan saat itu sudah musim durian, rambutan dan langsat. Di kebun Nenekku banyak sekali terdapat buah-buahan itu. Kami semua masuk ke dalamnya, dan makan bersama di sana.
Seingatku sih itu bukan seperti kebun yang biasanya, bahkan lebih mirip seperti hutan karena masih banyak sekali pepohonan yang tumbuh disekitarnya, dan menutupi sinar matahari darinya. Dan yang paling aku ingat saat itu adalah saat aku berceloteh dengan mulutku yang penuh durian. “Nanti duriannya dibawa pulang juga, ya!” xD
Maklumlah, anak umur segitu kalau ngomong nggak ada malu-malunya. Asal sembur aja. Otomatis apa yang kuucapkan saat itu membuat seluruh keluargaku tertawa termasuk juga Nenekku yang langsung menjawabnya dengan jawaban Iya dan Pasti.
Dan yang paling lekat dalam ingatanku selain kejadian lucu itu, adalah kejadian mengerikan setelah kami pulang dari Polmas malam itu, saat kami memutuskan untuk pulang sekitar pukul 10 malam. Dalam perjalanan dari Polmas menuju Makassar, kira-kira sekitar 1 atau 2 jam lagi kami masuk daerah Makassar, tiba-tiba mobil yang aku, Mama, Om dan Tanteku tumpangi itu masuk ke dalam area persawahan yang cukup dalam.
Peristiwa itu terjadi saat dinihari atau hampir subuh sekitar jam 4. Aku yang saat itu tertidur pulas langsung dikagetkan dengan suara Mama yang panik. Aku yang tidur di jok belakang mobil pun terjatuh dan langsung terduduk di bawah (belakang kursi Omku). Aku menangis dan berteriak hingga pada saat keadaan terasa aman, para warga sekitar pun membantu kami semua untuk keluar dari dalam mobil yang sudah masuk ke dalam area persawahan itu. Aku bahkan masih ingat saat menyentuh dinginnya air di sawah itu. Brrr, sampai-sampai membuatku menggigil meski sudah digendong dan dibawa ke seberang jalan bersama Mama dan Tanteku.
Kami sebenarnya masih beruntung karena Omku banting setir ke arah kanan yang membuat mobilnya masuk ke area sawah itu. Karena jika seandainya saat itu Omku banting setirnya ke arah kiri, mungkin kami akan menabrak rumah ataupun tiang listrik di jalanan itu. Bisa lebih parah lagi, kan?
Intinya, aku sangat bersyukur saat itu kami semua bisa selamat dan kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil Omku yang berhasil ditarik dari area persawahan. Aku pun pastinya nggak berani tidur lagi setelah kejadian itu. Namun ditengah jalan, setelah memasuki daerah Makassar, karena terlihat ada gempulan asap yang keluar dari mesin dan lampu depan mobil, kami memutuskan untuk turun dan Omku menelpon mobil derek untuk menarik mobilnya hingga kami sampai di bengkel.
Sekitar pukul 7 pagi, barulah aku, Mama dan Tanteku sampai di rumah. Karena sebelumnya Omku membawa mobilnya ke bengkel, kami bertiga pun pulang ke rumah dengan menaiki angkot.
Sebenarnya ada beberapa hal yang aneh sebelum terjadinya kecelakaan itu. Ini menurut cerita dari Mama, Om dan Tanteku, karena aku lupa tentang ingatan saat itu, atau mungkin saat itu aku masih tertidur. Saat itu kebetulan kami singgah untuk beristirahat disebuah Kedai berangka 15. Entah kenapa Mamaku melihat wajah orang yang jualan di kedai 15 itu seperti bukan manusia, pokoknya seram gitu deh! Dan setelah Mama menceritakan hal ini pada Om dan Tanteku, ternyata mereka juga berpikiran yang sama.
Hiii ... Jadi merinding aku ceritainnya. Kalian jangan ikutan merinding juga yaa, hehehe xD
Setelah kurang lebih 12 tahun berlalu, anehnya aku masih ingat betul dengan kejadian itu. Bagaimana keadaan malam itu, rasa dingin dan menggigilnya air di sawah itu. Aku yang saat itu masih anak-anak bahkan belum mengerti apa yang terjadi saat itu, setelah sebelum kejadian aku tertidur nyenyak di dalam mobil. Malahan setelah beberapa tahun berlalu justru aku baru memahami ingatan dari kejadian itu, yang menurutku akan selalu teringat dalam benakku setiap kali ikut melakukan perjalanan jauh.
Wednesday, October 21, 2015
Mudik (kedua) yang seru dan menyenangkan!
Author: Winda Aulia Saad
|
at:1:07 AM
|
Category :
My Life Story
|
Thursday, September 10, 2015
Menjadi Difabel, Aku Mengerti Makna Kehidupan
Author: Winda Aulia Saad
|
at:5:14 PM
|
Category :
About FOP,
Different Ability,
My Life Story
|
![]() |
| With Alm. Papa :') |
Aku menghabiskan sebagian masa kecilku di kota Dili, Timor Timur. Bersama dengan beberapa saudara sepupu yang seusiaku, aku tetap dapat bermain ceria tanpa beban. Memang ada kalanya aku kesulitan karena tidak mampu menjaga keseimbangan tubuhku. Terlebih pada saat ingin jatuh, aku tak bisa mengangkat kepala atau menekuk lutut untuk mencegahnya.
Dan karena itu juga, waktu kecil keningku sering jadi langganan benjol akibat kejedot tembok atau lantai yang keras xD Aku juga sering jatuh duduk, yang membuatku tak dapat bergerak dan berbicara selama beberapa menit.
Kenapa bisa? Hal itu terjadi karena jika aku terjatuh duduk, yang terkena langsung adalah tulang ekorku, yang sejenak mempengaruhi syaraf sehingga aku tak dapat bergerak dan berkata apa-apa. Sakit sekali. Makanya, sejak kecil Mama selalu membelikanku sepatu/sandal yang alasnya terbuat dari karet mentah, agar saat bermain diluar rumah atau saat di sekolah aku tidak gampang terpeleset dan jatuh duduk.
Namun, semua itu tak pernah menjadi masalah bagiku. Masa-masa kecil yang indah itu sudah berlalu, dan aku mengenangnya sebagai moment berharga yang tak mungkin bisa aku lupakan seumur hidupku.
Mungkin banyak cerita dan kisah masa kecilku yang telah kulupakan. Namun dari sisa cerita yang masih kuingat itu aku dapat mengambil pelajaran. Perlahan namun pasti, aku dapat mengerti makna kehidupan. Jika tak ada pilihan selain hidup menjadi difabel, aku tetap berusaha mensyukurinya. Mungkin, Allah mempunyai rencana lain yang belum terlintas dipikiranku. Namun saat ini, aku mencoba untuk lebih memahami arti kehidupan itu sendiri.
Dan belajar dari masa kecil, kini aku lebih mampu menerima apapun keadaan yang dianugerahkan Allah untuk hidupku. Disaat kecil aku tak pernah merasa berbeda, dan disaat ini aku telah merasa bahwa diri ini difabel. Yang membedakan hanyalah pada saat itu aku belum menyadari arti perbedaan, namun kini akhirnya aku mengerti, dan menjadi seseorang yang lebih kuat menjalani hidup dalam perbedaan fisik. Aku yakin, pasti ada hikmah dibalik semua peristiwa kehidupan yang pernah terjadi...
Semangatt!! ^_^
Thursday, August 27, 2015
Ceritaku tentang Drakor (Part 4) ^^
Author: Unknown
|
at:7:48 AM
|
Category :
Seputar Korea
|
Lanjut cerita lagi tentang Drakor / Kdrama yang sudah kutonton yang ternyata seru2 ceritanya xD Terusan dari postingan Ceritaku tentang Drakor (Part 3) ^^ Mungkin bisa jadi rekomendasi juga bagi kalian yang nyari2 Kdrama yang bagus untuk ditonton :D Happy reading Guys!

I Miss You (2012)
Cast : Park Yoo Chun, Yoon Eun Hye, Yoo Seung Ho, Yeo Jin Goo, Kim So Hyun, Ahn Do Gyu.
Drama tahun 2012 yang selesai ku nonton baru-baru ini. Ternyata
ceritanya luar biasa seru dan tiap episode itu adaaa aja scene yang
bikin sedih dan terharu :’) Nggak heran meskipun saat itu drama ini belum tamat, di MBC Drama Awards akhir tahun
2012 lalu drama ini juga menjadi salah satu yang terfavorit dan para
pemainnya paling banyak mendapat penghargaan, selain drama The Moon That
Embrancing The Sun-nya Kim Soo Hyun. :D
Kisahnya berawal dari
seorang remaja perempuan bernama Lee Soo Yeon (diperankan oleh Kim So
Hyun) yang terkenal sebagai putri seorang pembunuh yang telah dihukum
mati. Soo Yeon yang juga dikenal dengan julukan “nomor 27” oleh
teman-teman di sekolahnya pun tetap berusaha melalui hari-harinya walau
harus dengan menundukkan kepalanya.
Suatu hari secara tak sengaja,
Han Jung Woo (diperankan Yeo Jin Goo) yang baru pindah dari Amerika
melihat Soo Yeon berdiri ditepi jalan dengan kepala tertunduk dan rambut
panjang terurai menutupi wajah bak sebuah penampakan hantu. Ia pun
penasaran sama cewek itu dan di malam harinya, saat ia berjalan-jalan
disekitar rumahnya ia kembali bertemu dengan Soo Yeon di sebuah taman
bermain. Soo Yeon pun sempat heran karena untuk pertama kalinya ada anak
yang mau berbicara dengannya dan memanggil namanya. Jung Woo yang baru
pindah ke daerah itu jelas belum tahu siapa Soo Yeon dan bagaimana
ayahnya. Dan saat turun hujan Soo Yeon memberikannya sebuah payung
berwarna kuning dan Jung Woo janji akan mengembalikannya esok hari.
Namun keesokan harinya Jung Woo tidak bisa menepati janjinya karena
Kakeknya meninggal dunia.
Hari berikutnya, Jung Woo masuk di
sekolah yang sama dengan Soo Yeon. Disitulah ia baru mengetahui siapa
Soo Yeon sebenarnya karena dijauhi dan sangat dibenci oleh
teman-temannya. Karena shock dan kaget, Jung Woo sempat takut bila Soo
Yeon mendekatinya. Ia pun mengembalikan payungnya dengan menggantungnya
diloker Soo Yeon.
Pulang sekolah, Jung Woo pergi ke taman bermain
dan terus memikirkan Soo Yeon. Tanpa sengaja ia melihat Soo Yeon dan
ibunya dianiaya oleh para tetangga yang tidak menyukai keberadaan mereka
di rumahnya. Soo Yeon kabur dan Jung Woo pun mengejarnya hingga kembali
ke taman bermain dan menemukan Soo Yeon bersembunyi di bawah prosotan.
Dan sejak saat itu Jung Woo pun memutuskan untuk menjadi teman Soo Yeon,
meski ia sudah tahu latar belakang keluarganya.
Di hari-hari
selanjutnya Jung Woo dan Soo Yeon berteman seperti biasa baik di sekolah
maupun di luar sekolah. Soo Yeon pun sempat khawatir karena Jung Woo
ikut menjadi sasaran bully teman-temannya karena dekat dengan Soo Yeon.
Namun hal itu tak pernah jadi masalah bagi Jung Woo.
Persahabatan
Han Jung Woo dan Lee Soo Yeon pun semakin erat dan tak terpisahkan,
hingga pada saat Jung Woo diculik oleh orang suruhan dari keluarga
ayahnya. Soo Yeon pun ikut diculik karena berusaha menyelamatkan Jung
Woo. Dan disaat keduanya berusaha menyelamatkan diri, Soo Yeon disiksa
oleh sang penculik hingga tak berdaya. Jung Woo yang tidak ingin Soo
Yeon disiksa lagi pun melarikan diri sendirian dan meninggalkan Soo Yeon
di gudang tersebut. Dan sejak saat itulah mereka terpisah karena Soo
Yeon tiba-tiba menghilang.


14 tahun kemudian, Jung Woo (diperankan
Park Yoo Chun) berhasil menjadi seorang detektif kepolisian karena
didikan dari seorang detektif yang meninggal saat mencari keberadaan Soo
Yeon. Sementara Soo Yeon (diperankan Yoon Eun Hye) yang kini telah
berubah nama menjadi Zoey Lou, sukses dan terkenal sebagai desainer
fashion dan tinggal di Prancis bersama Harry Borisson (diperankan Yoo
Seung Ho) atau Kang Hyun Joon, yang saat masih kecil pernah diselamatkan
oleh Jung Woo dari insiden kebakaran. Diam-diam Harry juga mempunyai
perasaan terhadap Zoey, namun Zoey masih tak bisa melupakan Jung Woo.
Hingga pada saat ketika Soo Yeon kembali ke Korea untuk mengurus bisnis
fashionnya, dan secara tak sengaja ia bekerja sama dengan butik milik
ibu Jung Woo.
Karena banyaknya kenangan dan ciri khas diantara
keduanya, tidak sulit bagi Han Jung Woo untuk menemukan Lee Soo Yeon
yang asli. Mulai dari jepit jemuran yang Jung Woo berikan pada Soo Yeon
untuk Soo Yeon agar tidak merasa malu lagi. Ciri khas Soo Yeon yang
sering mengatakan sesuatu berulang2 seperti "Dia datang.. Dia tidak
datang.." atau "Hujan berhenti.. Hujan tidak berhenti.." dan pada saat
ia menangis lalu mengatakan "Aku menangis bukan karena sedih, tapi
karena angin yang berhembus." Ciri khas Jung Woo yang menghilangkan
semua kenangan buruk Soo Yeon dengan gaya khas sihirnya dengan
mengatakan "Swaaa~"
Apa yang terjadi selanjutnya? Akankah
detektif Han Jung Woo berhasil menemukan keberadaan Lee Soo Yeon, cinta
pertamanya yang kini berubah identitas menjadi Zoey? Bagaimana dengan
Harry saat ia mengetahui bahwa Soo Yeon masih mencintai Jung Woo? Dan
bagaimana reaksi Han Jung Woo ketika mengetahui ayahnya turut andil
dibalik semua insiden kejahatan yang terjadi padanya dan Soo Yeon 14
tahun yang lalu, dan menyadari kenyataan bahwa sebenarnya dirinya-lah
yang anak seorang pembunuh, dan bukan Soo Yeon?
Klo penasaran
mending tonton aja yah dramanya. Dijamin seru dan bikin mewek dahh
pokoknya. Hampir disetiap episode pasti bikin penasaran dan selalu ada
air mata bagi Han Jung Woo, Lee Soo Yeon, para pemain lainnya, bahkan
para penonton. ^_^b

7th Grade Civil Servant (2013)
Cast : Joo Won, Hwang Chansung (2PM), Choi Kang Hee.
Habis I Miss You, terbitlah 7th Grade Civil Servant! Hehehe.. itu karena drama ini menggantikan slot tayangnya I Miss You yang tamat di awal tahun 2013 lalu. Ceritanya cukup menarik, mengangkat kisah tentang sepasang kekasih yang keduanya bekerja
sebagai agen mata-mata rahasia disebuah badan intelijen. Mereka akhirnya terpaksa putus dan
terpaksa menyembunyikan identitas pribadinya, padahal
mereka sudah saling mencintai.
Han Gil Ro (Han Pil Hoon) yang
diperankan oleh Joo Won adalah seseorang yang sewaktu kecil suka
menonton film
James Bond 007 dan dari sana ia tumbuh dengan mimpi ingin menjadi seorang agen mata-mata.
Karena ayahnya seorang yang kaya, ia hidup mewah dan berlimpah sejak
muda. Namun sebuah kesalah-pahaman dan keegoisan masing-masing telah
membuat hubungan antara ia dan ayahnya tidak begitu dekat.
Tidak
hanya itu, selain dia sungguh baik hati dan penuh belas kasihan
terhadap orang lain, Gil Ro juga tampan dan merupakan seseorang dengan
style yang menarik. Setelah ia akhirnya berhasil menjadi agen intelijen
nasional (NIS), ia
berjuang keras untuk mengatasi semua rintangan dengan menjadi detektif
handal. Sementara itu, Kim Seo
Won (Kyung Ja) yang diperankan oleh Choi Kang Hee adalah agen cerdas
tapi hidup dalam kesederhanaan. Dia
bekerja keras untuk menghidupi keluarganya secara finansial.
Awal
pertemuan Gil Ro dengan Seo Won yakni pada saat Seo Won menggantikan
temannya dalam sebuah agen perjodohan demi mendapatkan tambahan uang
untuk membayar hutang keluarganya. Dan dari sekian banyak wanita yang
datang untuk berkencan lalu akhirnya muak terhadap sikap Gil Ro yang
super-cuek, hanya Seo Won yang mampu bertahan, dan akhirnya membuat Gil
Ro penasaran dengan sosok Seo Won yang pelajar giat serta pekerja keras.
Jika hanya ada seorang cewek, pasti selalu ada saingan bagi si cowok. Dialah Gong Do Ha, yang diperankan oleh salah satu personil 2PM yaitu Hwang Chansung. Diam2 Do Ha telah menyukai Seo Won sejak pertama kali bertemu. Namun sifatnya yang lebih pendiam dan kaku membuat Han Gil Ro lebih dulu menyatakan perasaannya pada Seo Won.

Orange Marmalade (2015)
Cast : Yeo Jin Goo, Seolhyun (AOA), Lee Jong Hyun (CnBlue).
Mengisahkan
tentang hubungan antara manusia dan vampir. 200 tahun yang lalu,
manusia dan vampir sudah melakukan perjanjian untuk saling hidup damai.
Namun ternyata
keduanya masih belum dapat hidup rukun satu sama lain. Para vampir pun
hanya bisa hidup bersembunyi dan menyembunyikan identitasnya
masing-masing dari manusia.
Baek
Ma Ri (Kim Seolhyun) adalah seorang gadis cantik yang merupakan siswi
baru di sekolah. Setelah untuk kesekian kalinya pindah sekolah karena
identitasnya sebagai seorang vampir terbongkar, kali ini ia bertekad
agar bisa lulus dari sekolah barunya itu.
Jung
Jae Min (Yeo Jin Goo) merupakan siswa SMA yang cukup populer di
sekolahnya. Ia sangat membenci vampir karena saat ia masih kecil Ibunya
menikah dengan seorang vampir. Dan tanpa diketahui oleh teman-teman
lainnya, bahwa ternyata wali kelasnya sendiri adalah Ayah tirinya yang
seorang vampir.
Beberapa
hari kemudian, saat Baek Ma Ri nyaris pingsan karena lupa membawa
minuman darah ke sekolah ditolong oleh seorang siswa baru yang juga
seorang vampir bernama Han Shi Hoo (Lee Jong Hyun). Ma Ri sangat
beruntung karena adanya Shi Hoo, identitasnya sebagai vampir tidak
terbongkar.
Han
Shi Hoo sebenarnya merupakan keponakan dari Ayah tiri Jung Jae Min dan
memiliki sifat pendiam, dingin dan cuek. Saking pendiamnya ia tidak
berani mengungkapkan perasaan sukanya pada Baek Ma Ri. Sementara Jae Min
yang mulai suka pada Ma Ri langsung mengungkapkan perasaannya setelah
band mereka tampil di sebuah acara sekolah di Pulau Jeju.
Oh
iya, untuk mengisi ekskul band di sekolah yang sudah lama kosong, Jung
Jae Min, Baek Ma Ri, Han Shi Hoo, serta beberapa teman sekelas mereka
pun membentuk sebuah band dengan nama "Orenji Mamalleideu" atau dalam bahasa inggris berarti judul dari drama ini "Orange Marmalade". Jae Min, Shi Hoo dan Ma Ri bagian musik gitar, sementara posisi vokalis juga diambil oleh Jae Min dan Ma Ri.
Penampilan
band mereka yang sangat menghibur cukup banyak menarik perhatian
kalangan guru dan siswa-siswi di sekolah mereka. Namun disaat
popularitas band mereka mulai merangkak naik, identitas Baek Ma Ri
diketahui oleh salah seorang temannya yang juga merupakan pianis band
mereka, yang tidak sengaja menemukan botol lotion berisi darah di dalam
tas Ma Ri, serta minuman jus tomat yang ternyata berisi darah.
Di
akhir episode 4, Jae Min akhirnya mengetahui identitas Ma Ri yang
sebenarnya. Ia tidak percaya dan ingin memastikan pada Ma Ri sendiri.
Dan saat ia bertemu Ma Ri di mercusuar tak disangka ia terjatuh ke laut
dan ditolong oleh Baek Ma Ri dengan kekuatan vampirnya. Namun setelah
berhasil menyelamatkan Jae Min, ternyata Jae Min mengalami amnesia alias
lupa ingatan.
Pada episode selanjutnya, dunia mereka berubah dan
kembali ke zaman kerajaan Joseon 200 tahun yang lalu. Jung Jae Min
merupakan putra dari seorang prajurit namun tak pandai bertarung karena
phobia akan darah. Sementara sahabatnya, Han Shi Hoo lahir dari keluarga
cendekia namun dirinya sendiri sangat senang bertarung dan mempunyai
keinginan menjadi seorang prajurit, kebalikan dari Jung Jae Min yang
terlahir dari keluarga prajurit namun mempunyai hobi membaca buku.
Baek
Ma Ri adalah putri dari seorang pedagang ikan di pasar. Bersama
keluarganya dan beberapa kalangan, ia menyembunyikan identitasnya
sebagai seorang vampir. Saat Jung Jae Min hampir mati karena digigit
ular ditengah hutan, Ma Ri datang menyelamatkannya dengan mengeluarkan
bisa ular dari kaki Jae Min. Pertemuan selanjutnya hubungan mereka pun
semakin akrab dan dekat, namun Jae Min tidak mengetahui bahwa Shi Hoo
sebenarnya juga menyukai Ma Ri.
Hingga pada saat pertarungan
antara manusia dan vampir, Han Shi Hoo digigit oleh vampir dan sekarat.
Saat itu Jae Min berusaha mencari cara agar Shi Hoo bisa sehat kembali
namun satu-satunya cara adalah meminum darah, dan akhirnya Shi Hoo pun
berubah menjadi vampir setelah ditolong oleh Baek Ma Ri.
~
Berbagai
kejadian terjadi diantara para vampir yang berusaha agar keberadaannya
diakui oleh manusia, dan bisa hidup rukun bersama. Hingga pada akhir
episode 9, zaman kembali ke masa kini. Apa yang terjadi selanjutnya pada
Jung Jae Min yang kehilangan ingatannya? Bagaimana dengan Baek Ma Ri
yang berusaha untuk tetap sekolah meskipun dibenci oleh teman-temannya
yang mengetahui dirinya adalah vampir? Bagaimana reaksi seluruh siswa
saat mengetahui bahwa Han Shi Hoo juga seorang vampir? Dan bagaimana
pula nasib band mereka? Akankah Orenji Mamalleideu sukses dan
diterima oleh masyarakat meskipun dua personil diantaranya adalah
seorang vampir? Semuanya terjawab setelah kalian menonton drama ini.
Tuesday, July 21, 2015
Pengalaman hari puasa pertama
Author: Winda Aulia Saad
|
at:1:19 AM
|
Category :
My Life Story
|
Sebenarnya sih udah telat yah, karena udah lebaran xD tapi nggak apalah, cerita-cerita sedikit berbagi pengalaman. Siapa tahu bisa jadi inspirasi atau motivasi buat yang baca :D
Di bulan Ramadhan tahun 2015 ini aku memulainya dengan “sedikit” kendala. Karena tepat sehari sebelum hari puasa pertama tanpa disangka aku mengalami musibah yang cukup membuatku takut dengan kondisiku di hari-hari selanjutnya.
Musibah apa itu? Jatuh dari tempat tidur. Hah?! (.__.")
Eitt! Jangan ketawa dulu! Sebenarnya bagi kalian orang-orang normal kalau cuma terjatuh dari tempat tidur saja itu merupakan hal yang sepele karena kalian bisa langsung jatuh terduduk, ataupun melindungi bagian tubuh agar tidak terasa sakit baik itu dengan tangan atau kaki. Kalian juga pasti begitu, kan? Namun karena badanku kaku dan tidak bisa menyeimbangkan posisi, akhirnya kepalaku yang lebih dahulu membentur lantai. Mungkin bisa diibaratkan seperti melihat sebatang kayu yang jatuh, tidak memiliki kelenturan sama sekali. Kalian bisa membayangkannya?
Begitulah aku. Dan beberapa saat setelah itu, Mamaku untungnya yang saat itu ada di kamar langsung mengangkatku dan membantuku untuk duduk. Saat itu Mama sampai tidak sempat mencegahku karena begitu cepatnya waktu membawa kepalaku membentur lantai. Yang aku rasakan saat itu, nggak bisa dibayangkan, deh! Semuanya terasa berputar dan aku langsung mual lalu muntah-muntah karena rasa pusing yang hebat itu.
Esok paginya, Mama memutuskan untuk izin dari kantornya untuk membawaku ke Rumah Sakit. Sesampainya di sana, aku langsung masuk di UGD dan kemudian di infus karena dari semalam sebelumnya tidak bisa makan apapun karena mual+muntah terus.
Kalo boleh sedikit cerita tentang infus, hari itu termasuk pertama kali bagiku, setelah terakhir kali sejak aku di operasi waktu umurku masih 1 setengah tahun dulu. Karena waktu itu aku masih kecil, sangat jelas aku tidak ingat rasanya di infus itu bagaimana. Dan ternyata, tidak sesakit yang dibayangkan. Aku masih bisa tahan rasa sakitnya tanpa reaksi kaget atau apapun, hanya sempat menutup mata sejenak saat jarumnya ditusuk. Mama pun sempat heran kenapa aku nggak kaget. Hehe, aku kan bisa kuat karena Mama juga. :D
Esok harinya, di hari pertama dan hari kedua puasa aku terpaksa nggak puasa dulu karena harus minum obat. Selain itu aku juga masih agak pusing dan nggak bisa bangun dari tempat tidur. Bahkan, cuma duduk sebentar aja rasanya muter-muter dan pengen muntah lagi. Di hari ketiga ramadhan, karena sudah merasa baikan dan nggak mual lagi, aku pun mencoba untuk berpuasa dan Alhamdulillah bisa full di hari itu.
Aku sangat bersyukur karena kejadian itu membuatku sadar betapa pentingnya ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan berkah bagi setiap umat muslim/muslimah di dunia. Beberapa saat setelah kejadian itu aku bahkan sempat khawatir dan berpikir bagaimana jika aku tidak bisa menjalankan ibadah dengan baik di bulan puasa nanti. Memang sih di bulan ramadhan kali ini waktu tarawihku nggak sesering di tahun sebelumnya. Tapi nggak apalah, asalkan masih bisa puasa, sholat dan tadarusan, Alhamdulillah ... :D
Okey, segitu dulu yah ceritanya. Maap kalo nggak penting, hehe.. Sampai jumpa di cerita-ceritaku selanjutnyaa.... ^_^
Di bulan Ramadhan tahun 2015 ini aku memulainya dengan “sedikit” kendala. Karena tepat sehari sebelum hari puasa pertama tanpa disangka aku mengalami musibah yang cukup membuatku takut dengan kondisiku di hari-hari selanjutnya.
Musibah apa itu? Jatuh dari tempat tidur. Hah?! (.__.")
Eitt! Jangan ketawa dulu! Sebenarnya bagi kalian orang-orang normal kalau cuma terjatuh dari tempat tidur saja itu merupakan hal yang sepele karena kalian bisa langsung jatuh terduduk, ataupun melindungi bagian tubuh agar tidak terasa sakit baik itu dengan tangan atau kaki. Kalian juga pasti begitu, kan? Namun karena badanku kaku dan tidak bisa menyeimbangkan posisi, akhirnya kepalaku yang lebih dahulu membentur lantai. Mungkin bisa diibaratkan seperti melihat sebatang kayu yang jatuh, tidak memiliki kelenturan sama sekali. Kalian bisa membayangkannya?
Begitulah aku. Dan beberapa saat setelah itu, Mamaku untungnya yang saat itu ada di kamar langsung mengangkatku dan membantuku untuk duduk. Saat itu Mama sampai tidak sempat mencegahku karena begitu cepatnya waktu membawa kepalaku membentur lantai. Yang aku rasakan saat itu, nggak bisa dibayangkan, deh! Semuanya terasa berputar dan aku langsung mual lalu muntah-muntah karena rasa pusing yang hebat itu.
Esok paginya, Mama memutuskan untuk izin dari kantornya untuk membawaku ke Rumah Sakit. Sesampainya di sana, aku langsung masuk di UGD dan kemudian di infus karena dari semalam sebelumnya tidak bisa makan apapun karena mual+muntah terus.
Kalo boleh sedikit cerita tentang infus, hari itu termasuk pertama kali bagiku, setelah terakhir kali sejak aku di operasi waktu umurku masih 1 setengah tahun dulu. Karena waktu itu aku masih kecil, sangat jelas aku tidak ingat rasanya di infus itu bagaimana. Dan ternyata, tidak sesakit yang dibayangkan. Aku masih bisa tahan rasa sakitnya tanpa reaksi kaget atau apapun, hanya sempat menutup mata sejenak saat jarumnya ditusuk. Mama pun sempat heran kenapa aku nggak kaget. Hehe, aku kan bisa kuat karena Mama juga. :D
Esok harinya, di hari pertama dan hari kedua puasa aku terpaksa nggak puasa dulu karena harus minum obat. Selain itu aku juga masih agak pusing dan nggak bisa bangun dari tempat tidur. Bahkan, cuma duduk sebentar aja rasanya muter-muter dan pengen muntah lagi. Di hari ketiga ramadhan, karena sudah merasa baikan dan nggak mual lagi, aku pun mencoba untuk berpuasa dan Alhamdulillah bisa full di hari itu.
Aku sangat bersyukur karena kejadian itu membuatku sadar betapa pentingnya ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan berkah bagi setiap umat muslim/muslimah di dunia. Beberapa saat setelah kejadian itu aku bahkan sempat khawatir dan berpikir bagaimana jika aku tidak bisa menjalankan ibadah dengan baik di bulan puasa nanti. Memang sih di bulan ramadhan kali ini waktu tarawihku nggak sesering di tahun sebelumnya. Tapi nggak apalah, asalkan masih bisa puasa, sholat dan tadarusan, Alhamdulillah ... :D
Okey, segitu dulu yah ceritanya. Maap kalo nggak penting, hehe.. Sampai jumpa di cerita-ceritaku selanjutnyaa.... ^_^
Thursday, July 16, 2015
About Me (2)
Author: Winda Aulia Saad
|
at:1:29 AM
|
Category :
My Life Story
|
Fakta
lainnya tentang Aku
Sejak kecil, menu yg
paling favorit bagiku sangat sederhana; Telur dadar disiram kuah ikan masak,
dan juga Ikan goreng + sayur kangkung :D *gapenting
Minuman jus paling
favorit sejak dulu adalah; Avocado Juice, atau Jus Alpukat
Makanan favorit lainnya
adalah; roti keju & coklat, nasi goreng, nugget udang & ayam, kentang,
dan mie
Cemilan favorit saat ini
adalah; Oreo Softcake dan Oreo Biscuit :D
Tokoh kartun favorit;
Hello Kitty and friends, Winnie the Pooh, Mickey & Minnie Mouse,
Tidak terlalu suka Barbie
/ Princess
Tokoh film kartun/animasi
favorit; Russel (Up), Dory (Finding Nemo), Woody & Buster (Toy Story),
Nobita (Doraemon), Scooby & Shaggy (Scooby Doo, Where Are You?) George
& Charkie (Curious George),
I’m is ...
Arachnophobia,
Bahkan pernah sampai
mandi keringat dingin cuma gara” melihat laba-laba
Suka ngeri klo nonton
Home Alone 1 wktu ada scene laba-laba nya.. x(
Automatonophobia,
Menurut cerita Mama,
waktu kecil prnah menangis ketakutan wktu dibeliin Tante boneka Barbie
Setiap main boneka Barbie
/ Susan ujung”nya selalu rusak + kepala botak -,-
Hyperphobia/Aerocrophobia
Suka merinding kalo
berdiri di bangunan lantai dua atau lebih, pas melongok kebawah langsung
pusing, ngebayangin kalo jatuh kebawah meskipun ada tembok pembatas yg tinggi
-_-
***
Subscribe to:
Posts (Atom)











