Sunday, February 23, 2014

Tips menulis ala Winda Aulia Saad :D

Gimana cara nulis novel?

Tak banyak yang tahu, menulis novel itu sebenarnya mudah. Mudah, jika kita menyempat waktu dan pikiran kita hanya untuknya. Fokus pada satu cerita dan tidak berpindah-pindah genre atau judul.

"Sebaiknya selesaikan dulu satu judul baru memulai judul yang baru lagi." Begitulah kalimat motivasi yang pernah kubaca dari salah satu artikel milik salah seorang penulis terkenal.

Aku juga pernah sih, nulis beberapa judul cerita yang berbeda-beda dalam waktu yang hampir bersamaan, dan hasilnya? Naskah itu tersendat gara-gara pikiran mentok akibat kebanyakan mikirin cerita yang berbeda-beda. -_- Apalagi, untuk yang genrenya juga berbeda. Misalnya novel pertama tentang dunia fantasi dan yang kedua tentang dunia nyata. Bener2 bikin puyeng dah!

Jika ada niat dan keseriusan, menulis novel itu sebenarnya sangatlah menyenangkan. Kita bisa mencurahkan semua kisah yang kita inginkan tanpa batasan. Kata-kata "seandainya" yang biasa kita bayangkan atau ucapkan di dunia nyata, "sangat bisa" dituang dalam sebuah scene di cerita novel yang kita tulis. Dengan begitu, secara tidak langsung kita membuat bayangan itu menjadi nyata meskipun bukan kita yang merasakannya, melainkan tokoh yang ada di novel itu. 

Tapi kita juga bisa membayangkan, sosok dalam cerita itu adalah diri kita sendiri. Lebih asyik lagi kalau kita bisa terhanyut dalam cerita yang kita buat itu. Waktu selesainya bahkan bisa lebih cepet dari perkiraan. Itu sih menurutku ya, cukup kalian yang memahaminya sendiri :)

Oke, sudah dulu ya kawan. Lain kali aku cerita-cerita lagi. Buat yang pengen jadi penulis, tetap semangat ya! Luangkan waktu sedikit untuk menulis. Jika memang tidak ada waktu luang, kan bisa nunggu hari libur :D

Bye! :)

Story Of My : GALANEON and Friends (seri PBC)

Sekilas "Trivia" tentang novel pertamaku : GALANEON and Friends (seri PBC)

GALANEON and Friends
by : Aulia Saad
Mulai nulis novel sejak kapan?

Kalau hobi nulis sebenarnya sejak SD, karena suka banget sama pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Tapi saat itu belum kepikiran untuk nulis cerpen, apalagi novel. Awal dari semua itu, sebelum nulis2 cerpen, aku suka ngetik lirik2 lagu di komputer. Setelah lulus SD, dan hanya belajar di rumah karena sakit, saat itulah aku mulai hobi nulis2 cerpen di buku tulis (Karena saat itu belum punya laptop :D) hingga buku itu penuh.

Barulah pada sekitar tahun 2009, mama membelikanku sebuah netbook. Aku pun memindahkan semua cerpen yang ada dibuku tulis, ke software Ms. Word di netbook tersebut. Jadilah, yang semula hanya sebuah cerpen berlembar-lembar, lalu aku lanjutkan, dan kemudian berubah menjadi tulisan novel yang lebih dari 50 halaman Ms. Word.


Sejak kapan mulai berpikir untuk mengirimkan naskah itu ke penerbit?

Oh ya, awal mula aku terpikir untuk mengirim naskahku ke penerbit. Semua pikiran itu berawal dari sebuah buku novel seri KKPK (Kecil Kecil Punya Karya) terbitan DAR! Mizan yang berjudul “My Sweet Heart”, yang dibelikan Mama pada saat acara Ultah sebuah Bank beberapa tahun lalu. Di halaman paling belakang, ada info untuk anak-anak yang juga ingin naskah novelnya diterbitkan menjadi sebuah buku seri KKPK. Tapi sayangnya, seri itu untuk anak-anak yang usianya tidak lebih dari 12 tahun -_- padahal saat itu usiaku sudah menginjak 14 tahun :(

Meski begitu, aku tetap mencoba untuk mengirimkan naskahku ke penerbit tersebut. Beberapa minggu kemudian, aku baru tahu kalau ternyata ada seri lanjutan dari KKPK, yang namanya PBC atau Pink Berry Club, yang usia penulisnya 13 hingga 17 tahun. Jadinya, kukirim lagi deh naskahku ke penerbit dengan seri itu.

Walaupun sebenarnya alamat dan nama publishingnya masih sama, yaitu DAR! Mizan, tapi ada beberapa bagian di naskah yang aku perbaiki (revisi) lagi, agar ceritanya lebih menarik dan pas untuk pembacanya, yaitu anak usia 12 tahun ke atas. Tidak terlalu anak-anak, juga tidak terlalu dewasa (remaja ABG labil, hahah :D)

Aku mengirim naskah pertama itu sekitar tahun 2010 (kalau nggak salah ingat, sih). Tapi, naskah itu merupakan naskah novelku yang kedua, karena naskah novel yang pertama kali kutulis itu merupakan cerita anak-anak, dan lebih cocok untuk seri KKPK. Tapi sayangnya, aku nggak bisa mengirim naskah tersebut karena usiaku sudah lewat dari persyaratan penulis KKPK -_-


Mengapa judulnya GALANEON and Friends?

GALANEON

Aku nggak tahu juga sih, hehe :D Tiba-tiba aja terlintas dipikiranku tentang nama geng itu. Dengan tokoh 5 remaja SMP, yang dua diantaranya kakak-beradik.

Awalnya sih aku pengen kasih nama NAPOLEON. Tapi, sepertinya nama itu sudah tak asing. Jadilah aku memakai nama GALANEON sebagai inti cerita plus judulnya juga.

Sampai akhirnya, nama NAPOLEON pun tetap aku gunakan sebagai nama geng. Tapi dengan anggota yang berbeda, yaitu remaja SMA yang “secara tak disengaja” bertemu oleh para anggota geng GALANEON.

***

Sebenarnya, judul pertama yang kuberikan pada naskah yang bercerita tentang sebuah geng bernama GALANEON itu adalah; Persahabatan GALANEON. Naskah pertama yang kukirim ke penerbit juga dengan judul tersebut. Tapi setelah beberapa lama tak ada kabar dari penerbit, aku coba mengirimkannya lagi (yang pastinya setelah beberapa kali revisi) dengan judul GALANEON and Friends.

Dan Alhamdulillah, akhir tahun 2011 Mama dapat telepon dari kak Windu bahwa naskahku lolos seleksi, dan aku diminta untuk mengirimkan naskah dalam bentuk digital melalui email (karena pada saat itu aku tidak menyertakan CD di naskah). Menurut kakak-kakak redaksi juga, judul yang kedua itu lebih bagus dari yang pertama (Persahabatan GALANEON). Dan jadilah, judul novel pertamaku; GALANEON and Friends :D

***

And Friends

Aku memberinya judul GALANEON “and Friends” bukan tanpa sebab. Tapi karena didalam kisah GALANEON itu juga ada tokoh-tokoh lain yang memperkuat persahabatan geng ini. Misalnya; Andre (yang “awalnya” badung), Febri (yang lembut), Tommer (si jagoan basket), juga Rindra (adik Febri yang cerdas).

Adapun para anggota geng NAPOLEON yang ramah. Mereka semua adalah teman-teman baik yang sangat akrab dengan para anggota GALANEON. Maka dari itu, kisah ini aku beri judul; GALANEON and Friends. :)


Terinspirasi dari manakah novel tersebut?

Sahabat. Mungkin itu jawaban yang tepat. Karena tanpa memiliki sahabat, dan merasakan indahnya dunia yang indah bersama sahabat, mungkin seseorang tak akan pernah bisa membuat kisah tentang persahabatan. Itu sih menurutku.

Berbicara tentang persahabatan, meski kondisiku yang sedikit berbeda, aku merasa sangat bersyukur pernah merasakan indahnya dunia persahabatan itu. Kenangan dan pengalaman yang kurasakan saat masih duduk di bangku Sekolah Dasar itu membuatku terpikir untuk mengabadikannya dalam sebuah kisah tertulis, meski tentunya kisah itu sangat berbeda dengan kenyataan yang sebenarnya.

***

Nah, buat kalian yang membaca tulisan ini, pastinya pernah merasakan dunia itu dong? Kalaupun merasa tidak, atau bahkan belum pernah, itu tergantung kalian menanggapinya. Dulu aku juga punya beberapa teman yang dekat, tapi masing-masing nggak pernah menyebut kata sahabat. Karena menurutku, sahabat itu seperti saudara. Jika lebih dekat dengan mereka, kita merasa aman dan nyaman, bahkan terasa lebih dekat dari saudara sendiri. Meskipun mungkin, kata sahabat itu tidak pernah diungkapkan.

Dan, buat kalian yang ingin jadi penulis. Mungkin kisah persahabatan kalian bisa jadi awal untuk bahan cerita. Bahkan, jika kalian ingin menggunakan nama-nama mereka sebagai tokoh dalam cerita juga bisa, kok. Mengapa? Karena dalam hal menulis, tak ada batasan untuk membuat cerita apapun yang kita inginkan. 

Oh ya, aku juga pernah menulis yang seperti itu. Dan tak disangka, dalam waktu hanya beberapa jam saja, aku sudah sampai di halaman ke 30. Ya, mungkin karena terbawa imajinasi, dan merasa sahabat-sahabat itu sedang berada disisiku :D

Tulislah! Dan kalian akan terbawa dalam imajinasi yang luar biasa. :)
 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates