Showing posts with label Lhia's Diaries. Show all posts
Showing posts with label Lhia's Diaries. Show all posts

Tuesday, August 27, 2019

Yang Tak Tersampaikan


Aku pernah mendengar seseorang bilang begini.

“Tak mengertikah kamu?

Mereka sudah meninggalkanmu!

Mereka sudah melupakanmu!

Mereka sudah tak peduli lagi padamu!

Jika kau sedang merindukannya mereka tak tahu.

Jika kau masih mengingat semua masa lalu saat bersama mereka juga tak akan tahu.

Bahkan jika kau sangat ingin bertemu pun mereka tak akan pernah tahu.



Jadi, untuk apa bersedih?

Apa gunanya meratap?

Apa untungnya mengingat masa lalu yang indah?

Jika kau tahu semuanya bahkan sudah tidak ingin berada di sana lagi.

Kau hanya bisa mengucapkan terima kasih.

Setidaknya mereka sudah mengisi masa-masa sulitmu yang dulu.

Seakan mengubah segala hal menjadi lebih indah dan berwarna.

Kau harus tetap bersyukur atas kehadiran mereka pada saat itu.

Sekalipun mungkin mereka tak pernah memahami.

Saat ini bahkan jauh lebih sulit daripada saat itu.”


Ya, seseorang pernah mengatakan itu padaku.
Seseorang, yang wujud dan rupanya mungkin tak akan pernah bisa mereka temukan dimanapun.

Thursday, January 31, 2019

Renungan Diri #selfreminder by Me


Pernahkah kau berpikir bagaimana rasanya menjadi seseorang yang berbeda?
Pernahkah kau membayangkan bagaimana rasanya menjadi seseorang yang bukan dirimu?
Atau lebih jelasnya,
Pernahkah kau menginginkan hidup seperti orang lain?

Pasti pernah, kan?
Terlebih disaat-saat tersulit dalam hidup, yang seolah ingin membuat diri ini segera lepas dari semuanya.
Namun, bagaimana jika pertanyaan itu dibalik?

Bagaimana jika ada orang lain diluar sana yang justru sangat ingin berada diposisimu saat ini?
Apakah kau rela memberikan kehidupanmu padanya?

Dan andai jika bertukar kehidupan itu dibuat menjadi sangat mudah dan kau benar-benar melakukannya,
Bagaimana jika kau tidak bisa kembali pada kehidupan yang telah kau tukar dengan orang lain?

 Ingat, setiap manusia di dunia punya jalan hidupnya masing-masing.
Kehidupan memang sudah ditentukan jauh sebelum manusia itu lahir ke dunia ini,
Bahkan beribu-ribu tahun sebelum manusia diciptakan.

Karena itu, jangan pernah sesali hidupmu.
Bagaimanapun kondisimu, seberat apapun masalahmu, sesulit apapun perjuanganmu,
Jangan biarkan dirimu lantas menyerah dan merasa bahwa seakan-akan dunia ini tak adil untukmu.
Berusaha bangkit, dan yakinlah bahwa dibalik kegelapan, cahaya itu akan selalu ada.

Tuesday, August 14, 2018

Tiga Kata :(


"Karena aku sakit."
Aku benci kalimat itu.

Tiga kata yang seolah membuktikan bahwa aku benar-benar tak berdaya.
Tiga kata yang membuatku tak bisa melakukan banyak hal yang ingin kulakukan.
Tiga kata yang seharusnya bisa menyelamatkanku dalam suatu keadaan, namun sekaligus menyakitkan.
Tiga kata yang menyiksaku.
Tiga kata yang tak mampu kubantah.
Tiga kata yang tak pernah bisa melepaskanku dari rasa yang amat kubenci.
Tiga kata menakutkan yang sewaktu-waktu bisa saja akan membunuhku.
Dan tiga kata... yang mau tak mau harus membuat orang lain mengerti kondisiku, dan membuatku jadi merasa tak enak.

Karena tiga kata itu, aku kehilangan banyak hal.
Waktu, kesempatan, pendidikan, juga berbagai kenangan yang indah.
Bisakah aku lepas dari tiga kata itu?
Adakah yang bisa membuatku bebas dari tiga kata itu?
Aku hanya ingin bisa mengubah tiga kata itu menjadi empat kata :

"Karena aku sudah sehat."

Rasa syukur dibalik sebuah kesedihan :)


Sedih, tapi berusaha untuk tetap bersyukur.
Jelas itu bukanlah suatu hal yang mudah.

Namun jika dipikirkan lagi,
Dulu, bahkan hingga kini, masih banyak sekali hal-hal yang ingin kurasakan.
Dan seringkali, kenyataan bahwa 'tak mampu mewujudkannya karena kondisi yang terbatas' itu membuatku sedih.

Sedih karena belum bisa melakukan ini dan itu,
Sedih karena belum bisa pergi ke situ,
Sedih karena tidak bisa ikut ke situ,
Sedih karena tidak bisa menggapai sesuatu,
Dan banyak lagi kesedihan lainnya yang terkadang membuatku sampai menggerutu.

Namun setelah aku coba pikirkan sekali lagi, bahkan sampai berkali-kali,
Aku pun menyadari bahwa ternyata juga ada sekelumit dosa di dalamnya.
Di dalam hal-hal yang sejak dulu sangat kuinginkan.
Di tempat-tempat yang selama ini sangat ingin aku kunjungi dan berada di sana walau hanya sebentar.
Ternyata ada beberapa hal yang justru menyelamatkanku.

Keterbatasan itu mungkin melarangku melakukan sesuatu yang ingin kulakukan,
Namun seringkali aku tak menyadari bahwa maksud dan tujuanNya lebih indah daripada yang kupikirkan.

Seperti disaat berpikir tak bisa melakukan suatu kegiatan atau pergi ke suatu tempat karena kondisi yang terbatas,
Tak pernah sekalipun terbesit dalam pikiranku bahwa bisa saja semua itu pada akhirnya akan jadi sia-sia dan bahkan menambah dosaku.
Kenangan memang akan selalu ada kapan saja, dan di mana saja.
Namun tak ada yang tahu cara untuk menghilangkan kesalahan yang mungkin sudah dicatat oleh malaikat Atid.

Aku memang tak bisa bebas jika ingin, bahkan sangat ingin pergi ke suatu tempat,
Tak bisa langsung melakukan apa yang kuinginkan di waktu yang kuinginkan juga,
Namun jika berusaha untuk ber-husnudzon pada apapun rencanaNya,
Kesedihan itu akan berganti menjadi sebuah rasa syukur yang tak terhingga rasanya. 😃 

Memories ❤


Bahagia itu sederhana.  

Seperti halnya ketika seorang keluarga yang tinggal jauh di luar negeri,
Mengirimkan foto-foto yang bahkan tak pernah kulihat sebelumnya.
Beberapa foto yang diambil saat mereka berada di Indonesia,
Ketika menyambut sebuah acara,
Di mana kami (termasuk aku) bisa berkumpul bersama sebagai keluarga besar.  

Tahun 2005.
Usiaku saat itu baru 10 tahun, kelas 4 SD.
Dengan tubuh gemuk, pipi chubby, dan mungkin bisa dibilang paling besar diantara adik-adik dan om-om kecil yang menjadi teman mainku saat itu.  

Aku merasa senang sekali saat itu.
Entah karena suasana rumah menjadi ramai,
Atau mungkin karena akhirnya aku punya banyak teman yang bisa diajak bermain.
Tak sepi seperti hari-hari biasanya,
Karena yang tinggal di rumah itu yang masih anak kecil hanya aku seorang.  

Namun dibalik masa-masa indah itu,
Mungkin tak pernah ada yang tahu.
Bahkan aku sendiri pun tak menyangka,
Bahwa dua tahun setelahnya,
Akan menjadi tahun-tahun yang begitu berat bagiku.
Meski tak mau ataupun tak mampu,
Aku harus tetap berusaha ikhlas dan sabar menjalaninya.

Dan masa-masa itu,
Akan menjadi kenangan yang tak terlupakan.
Aku bersyukur masih bisa terbadikan di dalam foto itu.
Sehingga aku bisa melihat,
Bahwa di masa-masa kecil itu,
Aku masih terlihat sama dengan anak-anak lainnya.  

Lantas, apakah sekarang berbeda?
Hmm, mungkin iya, dan itu sangat jelas.
Meski kalau boleh jujur,
Aku ingin sekali bisa kembali ke masa-masa itu.
Namun aku tersadar,
Masa lalu tak akan pernah kembali.
Hanya bisa dikenang sebagai sebuah kenangan indah, yang tak terlupakan seumur hidupku.

Aulia Saad, 12/08/2018
*edisigakpengenbaper*
*tapitetepajabaper*  



 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates