Tuesday, July 21, 2015

Pengalaman hari puasa pertama

Sebenarnya sih udah telat yah, karena udah lebaran xD tapi nggak apalah, cerita-cerita sedikit berbagi pengalaman. Siapa tahu bisa jadi inspirasi atau motivasi buat yang baca :D



Di bulan Ramadhan tahun 2015 ini aku memulainya dengan “sedikit” kendala. Karena tepat sehari sebelum hari puasa pertama tanpa disangka aku mengalami musibah yang cukup membuatku takut dengan kondisiku di hari-hari selanjutnya.



Musibah apa itu? Jatuh dari tempat tidur. Hah?! (.__.")



Eitt! Jangan ketawa dulu! Sebenarnya bagi kalian orang-orang normal kalau cuma terjatuh dari tempat tidur saja itu merupakan hal yang sepele karena kalian bisa langsung jatuh terduduk, ataupun melindungi bagian tubuh agar tidak terasa sakit baik itu dengan tangan atau kaki. Kalian juga pasti begitu, kan? Namun karena badanku kaku dan tidak bisa menyeimbangkan posisi, akhirnya kepalaku yang lebih dahulu membentur lantai. Mungkin bisa diibaratkan seperti melihat sebatang kayu yang jatuh, tidak memiliki kelenturan sama sekali. Kalian bisa membayangkannya?



Begitulah aku. Dan beberapa saat setelah itu, Mamaku untungnya yang saat itu ada di kamar langsung mengangkatku dan membantuku untuk duduk. Saat itu Mama sampai tidak sempat mencegahku karena begitu cepatnya waktu membawa kepalaku membentur lantai. Yang aku rasakan saat itu, nggak bisa dibayangkan, deh! Semuanya terasa berputar dan aku langsung mual lalu muntah-muntah karena rasa pusing yang hebat itu.



Esok paginya, Mama memutuskan untuk izin dari kantornya untuk membawaku ke Rumah Sakit. Sesampainya di sana, aku langsung masuk di UGD dan kemudian di infus karena dari semalam sebelumnya tidak bisa makan apapun karena mual+muntah terus.



Kalo boleh sedikit cerita tentang infus, hari itu termasuk pertama kali bagiku, setelah terakhir kali sejak aku di operasi waktu umurku masih 1 setengah tahun dulu. Karena waktu itu aku masih kecil, sangat jelas aku tidak ingat rasanya di infus itu bagaimana. Dan ternyata, tidak sesakit yang dibayangkan. Aku masih bisa tahan rasa sakitnya tanpa reaksi kaget atau apapun, hanya sempat menutup mata sejenak saat jarumnya ditusuk. Mama pun sempat heran kenapa aku nggak kaget. Hehe, aku kan bisa kuat karena Mama juga. :D



Esok harinya, di hari pertama dan hari kedua puasa aku terpaksa nggak puasa dulu karena harus minum obat. Selain itu aku juga masih agak pusing dan nggak bisa bangun dari tempat tidur. Bahkan, cuma duduk sebentar aja rasanya muter-muter dan pengen muntah lagi. Di hari ketiga ramadhan, karena sudah merasa baikan dan nggak mual lagi, aku pun mencoba untuk berpuasa dan Alhamdulillah bisa full di hari itu.



Aku sangat bersyukur karena kejadian itu membuatku sadar betapa pentingnya ibadah di bulan suci Ramadhan yang penuh dengan rahmat dan berkah bagi setiap umat muslim/muslimah di dunia. Beberapa saat setelah kejadian itu aku bahkan sempat khawatir dan berpikir bagaimana jika aku tidak bisa menjalankan ibadah dengan baik di bulan puasa nanti. Memang sih di bulan ramadhan kali ini waktu tarawihku nggak sesering di tahun sebelumnya. Tapi nggak apalah, asalkan masih bisa puasa, sholat dan tadarusan, Alhamdulillah ... :D



Okey, segitu dulu yah ceritanya. Maap kalo nggak penting, hehe.. Sampai jumpa di cerita-ceritaku selanjutnyaa.... ^_^

0 comments:

Post a Comment

 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates