Wednesday, February 17, 2016

A Werewolf Boy (Korea) VS Tiger Boy (Indonesia)

A Werewolf Boy
Korea, 2012
Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Kim Soo Ni (Park Bo Young) yang bertemu dengan seorang manusia liar (Song Joong Ki) yang sejak kecil tinggal disebuah kandang serigala didekat bangunan villa yang baru saja dibeli keluarga Soo Ni. Meski pada awalnya Soo Ni kesal dan keluarganya dibuat repot dengan tingkah si manusia liar itu, seiring waktu Soo Ni pun mulai belajar untuk membuatnya menjadi seorang manusia yang lebih baik dan memberinya nama Kim Cheol Su.

Berbagai kejadian lucu terjadi saat Soo Ni berusaha mengajarkan Cheol Su cara makan, mencuci piring, menyikat gigi, melipat selimut, hingga memakai sepatunya sendiri. Hampir setiap hari Soo Ni juga mengajarkan Cheol Su cara berbicara dan menulis. 

Seiring waktu, ketika melihat seorang lelaki (yang juga menyukai Soo Ni) berbuat jahat pada Soo Ni, Cheol Su pun marah dan mendadak berubah menjadi manusia serigala yang menyeramkan. Hal itu pun membuatnya dirantai dan dikurung oleh para polisi di dalam sebuah rumah gubuk tempatnya tinggal sejak kecil.

Beberapa hari kemudian, saat bertemu kembali dengan Soo Ni, Cheol Su pun menunjukkan beberapa gambar yang dibuatnya sendiri untuk Soo Ni. Dan saat mereka tengah asyik bermain di bukit, tiba-tiba Soo Ni jatuh pingsan. Cheol Su pun menggendongnya kesana kemari hingga mereka mendapat pertolongan.

Dan suatu ketika, saat Soo Ni harus meninggalkan Cheol Su karena keluarganya akan pindah ke kota. Berpuluh-puluh tahun kemudian Soo Ni pun kembali ke rumah itu bersama seorang cucunya. Akankah ia dapat bertemu kembali dengan Cheol Su? Semuanya terjawab di film ini.

Oiya, sebelumnya aku pernah bahas film ini di sini : Film Korea dengan kisah flashback yang mengharukan


Tiger Boy
Indonesia, 2015

Mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Kanya (Sandrinna Michelle) yang berteman akrab dengan seorang anak laki-laki yang dibesarkan oleh seekor harimau disebuah hutan terlarang (Alwi Assegaf). Karena anak lelaki itu tidak bisa berbicara, Kanya pun memberi nama Radja pada teman barunya itu. Karena khawatir, orangtua Kanya pun segera membawanya kembali ke kota. Beberapa tahun kemudian. Kanya tumbuh menjadi seorang remaja yang agak tertutup, dan gemar menulis. 

Disaat Kanya (Irish Bella) disuruh oleh sang Mama berlibur di villa bersama sang adik, seorang temannya yang bernama Todi (Maxime Bouttier) pun mengikutinya bersama beberapa temannya. Dan disitulah Kanya mulai bertemu kembali dengan Radja (Stefan William). Sikap Kanya yang tadinya pemurung berubah menjadi ceria setiap kali bertemu dengan Radja. 

Kanya pun berusaha untuk membuat Radja bisa menjadi manusia seutuhnya. Namun hubungan mereka ditentang oleh sang Mama karena Todi sejak dulu telah dijodohkan dengan Kanya. Tetapi sikap Todi yang sombong dan kasar membuat Kanya tidak suka padanya. Ia pun lebih memilih kabur bersama Radja ke dalam hutan.

Disisi lain, adik Kanya yang bernama Tristan pun jatuh hati pada seorang gadis desa bernama Citra (Cassandra Lee). Namun karena ibunya sangat membenci orang kota, Citra pun selalu berusaha menjauhi Tristan.

Banyak kejadian yang membuat Kanya sempat berkali-kali terpisah dari Radja karena dianggap oleh warga sekitar makhluk yang berbahanya. Todi pun berulang kali melakukan berbagai cara agar dapat memisahkan Kanya dari Radja. Meski begitu, Kanya dan Radja tak pernah menyerah untuk saling bertemu. Adapun rahasia masa lalu tentang Radja yang akan diungkapkan oleh Kanya dengan bantuan dari Citra.

Siapa sebenarnya Radja? Kenapa bisa ia tinggal dan dibesarkan harimau di hutan? Semuanya terjawab di film ini.


Gimana? Mirip kan posternya? Pertama kali aku nonton Tiger Boy juga langsung inget A Werewolf Boy-nya Song Joong Ki. Mulai dari judulnya yang hanya berbeda nama hewan, sikap si tokoh utama yang tak bisa berbicara, caranya berjalan, serta si cewek yang pendiam dan mengidap penyakit serius. Apalagi saat adegan Radja menggendong Kanya masuk ke hutan, itu persis banget waktu Cheol Su menggendong Soo Ni dan membawanya masuk ke dalam hutan.
Tapi, karena Tiger Boy ini film Indonesia, pasti ada perbedaannya dong dengan film Korea. Dan bukan maksudku ingin membandingkan kedua film ini. Mana yang lebih bagus, itu kan menurut orang-orang yang membandingkannya. Kalau menurutku sih, masing-masing dari kedua film ini memiliki cerita yang menarik dan seru. Cuma beberapa kemiripan cerita dan adegan yang mengharukan membuatku gemas ingin menulis cerita/artikel tentang kedua film ini.

Kalau menurut kalian bagaimana? Tulis dikoment aja yaa... ^^

Film Korea dengan kisah flashback yang mengharukan.

Kisah flashback? Maksudnya?

Mungkin kita sudah sering menonton film dengan kisah-kisah yang cerita awal atau openingnya berada di masa atau waktu yang sama dengan endingnya. Misalnya pada beberapa menit awal menceritakan tentang masa sekarang, dipertengahan mulai flashback kembali ke masa beberapa tahun bahkan berpuluh-puluh tahun sebelumnya, hingga akhirnya pas ending kembali lagi ke masa sekarang. Beberapa film yang menyajikan cerita seperti itu pun seringkali membuat para penonton ikut merasakan masa lalu dari tokoh dalam film tersebut.

Karena akhir-akhir ini aku suka banget nonton film Korea, berikut ada salah satu judul film Korea dengan tema flashback yang menurutku ceritanya bagus dan recomendedd banget buat ditonton. Selain kisahnya yang mengharukan, juga banyak inspirasi yang bisa kita temukan. Misalnya tentang pengorbanan, kasih sayang dan cinta dari orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, dan cara mengungkapkan rasa sayang itu sendiri.


Film dengan kisah flashback yang mau kubahas kali ini adalah salah satu film favorit yang sudah beberapa kali aku tonton. Judulnya A Werewolf Boy. Pemainnya Song Joong Ki dan Park Bo Young.

Ceritanya berawal dari masa sekarang. Dimulai dari seorang nenek bernama Kim Soo Ni yang berkunjung ke sebuah villa bersama cucunya yang sudah beranjak remaja (diperankan Park Bo Young). Sesampainya di sana, sang nenek melihat rumah tersebut yang suasananya masih sama saat ia masih remaja dulu.

Puluhan tahun sebelumnya... Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang seorang anak yang entah kenapa bisa seorang diri berada di kandang serigala disebuah Villa. Belasan tahun kemudian, keluarga dari pemilik baru villa tersebut datang untuk mencari suasana yang lebih tenang. Salah satu dari mereka adalah seorang gadis yang lemah karena telah mengidap penyakit sejak kecil, bernama Soo Ni (diperankan Park Bo Young, lagi). 

Beberapa hari kemudian, keluarga ini pun dikejutkan oleh kemunculan sosok lelaki yang tingkahnya serigala (diperankan Song Joong Ki). Ia tak bisa berbicara, badannya kotor tak terurus, dan berjalan seperti serigala. Awalnya mereka terkejut, namun terpaksa keluarga ini harus menampung lelaki itu di rumahnya, memberinya makan dan tempat tinggal yang layak, sembari pihak kepolisian mencari tempat yang tepat untuk menampungnya. Bayangkan bagaimana gaduhnya setiap kali ia menyerbu makanan seperti binatang.
Seiring waktu, sikap si manusia serigala yang liar dan tak bisa diatur itu pun mulai berubah sejak Soo Ni mulai mengajarinya sikap yang sopan, serta mengajarkannya menulis dan berbicara. Meski sulit, Soo Ni berusaha belajar melalui sebuah buku cara merawat anjing agar setidaknya lelaki itu dapat diatur dan bersikap selayaknya manusia, bukan seperti serigala. Soo Ni yang awalnya tidak menyukai lelaki itu pun semakin akrab dengannya, dan memberinya nama Kim Cheol Su. 






Cheol Su pun sangat patuh pada Soo Ni yang telah mengajarinya banyak hal. Apapun larangan seperti kata ‘tunggu’ yang dikatakan Soo Ni pasti ia turuti. Meski belum dapat berbicara, namun ia dapat mengerti apa yang dikatakan Soo Ni. Saat Soo Ni dan adiknya hampir tertimpa besi di pasar, Cheol Su langsung datang dan melindungi mereka dengan punggungnya.
Berbagai kejadian menyenangkan yang terjadi antara Cheol Su, Soo Ni dan adik-adiknya. Sampai akhirnya, pada saat Cheol Su melihat seorang lelaki kaya dan tengah mabuk yang ingin menyakiti Soo Ni pada malam hari. Karena sangat marah, seketika ia berubah menjadi manusia serigala berbulu lebat, menyeramkan dan sangat kuat. Hanya dengan satu tangannya ia dapat melempar lelaki tersebut sangat jauh hingga mobilnya penyok, begitupun dengan pengawal pribadi lelaki tersebut.
Karena peristiwa tersebut, Cheol Su pun dirantai dan dikurung disebuah kandang samping rumah itu. Para polisi memasang kamera CCTV untuk melihat aktivitasnya, namun polisi tak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa dia berbahaya.
Beberapa hari kemudian, saat Soo Ni ditinggal sendirian di rumah, diam-diam ia mengajak Cheol Su jalan-jalan di daerah perbukitan. Dan saat mereka bermain tiba-tiba Soo Ni pingsan, dan Cheol Su pun segera menggendongnya kesana kemari sampai akhirnya mendapat bantuan. Namun Cheol Su tetap dikurung karena masih dianggap berbahaya oleh keluarga Soo Ni.
Dan suatu ketika, saat Cheol Su difitnah telah membunuh seekor kambing oleh lelaki kaya yang menyukai Soo Ni. Dan saat lelaki itu menarik Soo Ni dengan kasar, Cheol Su pun kembali berubah menjadi manusia serigala yang menyeramkan dan tanpa sadar akhirnya membunuh lelaki itu. Semua orang yang melihat kejadian itu termasuk polisi pun terkejut melihat Cheol Su. Melihat Soo Ni yang lemah, Cheol Su pun segera menggendong Soo Ni masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi.

Cerita pun kembali ke masa sekarang. Soo Ni yang kini menjadi seorang nenek, tidur bersama cucunya di ruang tengah villa tersebut. Saat ia terbangun dan duduk disofa ia menemukan sisa makanan dibalik sofa itu. Seketika ia langsung teringat pada Cheol Su, dan mencoba untuk memasuki rumah kecil di mana dulu Cheol Su dikurung saat ia dan keluarganya pindah ke kota.


 


By the way, Park Bo Young di sini memerankan 2 tokoh. Sang nenek diwaktu muda, juga sang cucu disaat neneknya sudah tua. Meskipun nyaris tak pernah berbicara, di film ini Song Joong Ki pun tak kalah hebatnya karena memerankan karakter yang tak biasa, manusia serigala.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apa yang terjadi setelah Cheol Su membawa Soo Ni ke hutan? Bagaimana mereka berpisah? Apakah janji yang dikatakan Soo Ni pada Cheol Su sebelum mereka berpisah? Dan apakah Soo Ni yang sudah tua dapat bertemu kembali dengan Cheol Su di rumah itu? Semuanya terjawab setelah kalian menonton film ini. ^^

I Love Rubik's Cube

Hy Guys! Lama juga nih gak nulis2 cerita atau artikel di blog. Kali ini aku pengen cerita tentang hobiku yang sebenarnya udah lama banget, aku pun udah jarang mainin, tapi nggak tahu kenapa setiap kali ada waktu luang pasti aku nyarinya benda itu lagi. xD

Rubiks Cube. Aku mulai tertarik untuk memainkannya sejak usiaku 14 tahun, sekitar tahun 2009 lalu. Karena sejak sakit aku suka bosan karena nggak bisa terlalu banyak gerak, jadinya aku lebih senang jika fokus memainkannya. Seringkali waktu menunggu di Rumah Sakit pun berlalu tanpa terasa disaat aku keasyikan dan serius ingin menyelesaikannya.

Tapi sebelum itu, aku mau bahas dulu 'sedikit' yang aku tahu tentang permainan Cube yang mengasah otak ini.

Cubing adalah sebutan untuk orang yang memainkan Rubiks Cube. Entah dia suka ataupun tidak. Sedangkan Rubiks Cuber adalah orang memiliki hobi bermain Rubiks, bisa juga orang yang sudah ahli menyelesaikan berbagai macam Rubiks, atau bisa juga mereka yang hanya sekedar suka mengoleksi Rubiks tapi belum banyak tahu cara memainkannya.

Terkadang, kebanyakan orang ingin menguasai beberapa macam Rubiks agar bisa memecahkan rekor tercepat dari yang lainnya. Namun ada juga yang masih pemula sampai belajar tutorialnya tahap demi tahap melalui Youtube, dan asal sudah tahu dan mengerti caranya, itu sudah jadi kepuasan tersendiri baginya. Dan aku, mungkin bisa jadi seperti itu. :D

Rubik's Cube

Aku mulai tertarik setelah beberapa kali melihat orang memainkannya disebuah acara sulap yang tayang di TV waktu itu. Ada yang dapat menyelesaikannya tidak sampai 10 detik, adapun yang bahkan bisa memainkannya dengan mata tertutup. Hal itupun membuatku penasaran, sampai-sampai minta dibelikan Mama Rubiks 3x3 yang biasa.

Awalnya aku belajar sendiri. Memberanikan diri untuk mengacak-acaknya, namun setelah itu jadi pusing sendiri karena nggak tahu cara menyatukan warna-warnanya kembali. Dan saat aku nyaris putus asa, iseng-iseng aku buka Youtube dan mencari tutorial untuk Cuber pemula sepertiku. Ternyata ada, dan macam-macam pula versinya. Mulai Rubiks yang paling biasa hingga yang tidak biasa (paling susah, maksudnya.).

Aku juga masih ingat, waktu awal mempelajari teknik Rubiks itu di depan laptop. Hampir seharian aku berusaha mengingat semua rumus algoritmanya yang terdiri dari beberapa huruf awalan dalam bahasa inggris seperti : R (Right/Kanan), L (Left/Kiri), U (Up/Atas), F (Front/Depan), serta D (Down/Bawah). Semua algoritma itu bertujuan untuk mempermudah para pemula agar dapat memutarnya dengan benar saat mempelajari tekniknya.

Dan akhirnya, pada malam hari itu akupun berhasil menyelesaikannya. Nggak kebayang deh gimana rasanya. Yang jelas setelah itu aku nggak takut untuk mengacak-acak warnanya lagi. Tak lupa aku juga mencatat dibuku langkah-langkah algoritmanya agar tidak lupa saat mencoba memainkannya lagi.

Setelah menguasai Rubiks 3x3 yang pertama, selanjutnya aku mulai mempelajari lagi Rubiks yang masih berukuran sama 3x3, namun hanya memiliki satu warna. Namanya Mirror Cube. Uniknya Rubiks ini kalau diacak bentuknya bisa berubah menjadi berantakan karena masing-masing barisnya berbeda bentuk. Dan kenapa hanya satu warna? Itu karena jenis Rubiks ini hanya menyamakan bentuk, bukan warna seperti Rubiks 3x3 biasa.

Mirror Cube 3x3
 
Awal mempelajari Rubiks ini aku sempat dibuat pusing karena modelnya yang berantakan. Seolah-olah ingin kubongkar saja lalu kususun kembali, tapi kalau aku membongkarnya pun belum tentu bisa kuperbaiki lagi. Hal ini pun seketika membuatku dilema. *huhuhu...lebayy!

Lama-kelamaan, setelah beberapa kali mencoba dan memperhatikan bentuknya, aku berpikir untuk menyamakan dulu centernya seperti di rumus Rubiks 3x3 biasa, menyelesaikan baris satu, lalu mengikuti rumus-rumus selanjutnya hingga selesai. Dan akhirnya, Mirror Cube itu bisa kuselesaikan dalam waktu yang tak sampai 4 menit. *Yeyy! Ternyata rumusnya tetap sama, yang membedakannya hanya menyamakan bentuk atau warna.

Mirror Cube (sebelum)

Mirror Cube (sesudah)

Selanjutnya, karena tak puas dan masih penasaran dengan Rubiks model lainnya yang aneh-aneh, akupun kembali mencoba untuk memainkan Void Cube. Berbeda dengan Rubiks 3x3 biasa, Rubiks jenis ini memiliki lubang ditengahnya. Jadi center tengah yang sangat membantu untuk menyelesaikan Rubiks 3x3 biasa itu dihilangkan. Kesulitannya pun lebih tinggi karena para Cuber nggak tahu dimana letak center yang semestinya. Yang harus diketahui dalam memainkan Void Cube ini yaitu posisi warna pada Rubiks : Putih/Hitam berlawanan dengan Kuning, Merah berlawanan dengan Oranye, dan Hijau berlawanan dengan Biru.

Tak sampai disitu, jika kita sudah tahu letak warnanya pun belum tentu bisa menyelesaikannya dengan mudah seperti Rubiks 3x3 biasa. Kondisi ini biasanya disebut dengan istilah ‘Void Cube Part Error’, dimana letak masing-masing warna berbeda dengan center yang seharusnya. Cara mengatasi part error itu kita harus mempelajari rumus tambahan khusus untuk yang menemukan masalah saat tiba di tahap akhir menyatukan warna Rubiksnya. 

Void Cube 3x3

Terkadang aku juga dibuat bingung dengan Void Cube ini. Selain karena bentuknya yang memiliki lubang ditengah, juga karena rumus part errornya itu yang agak ribet. Salah sedikit Rubiksnya bisa acak-acakan lagi, mulai lagi deh dari rumus awal.

Dan setelah merasa cukup puas karena berhasil menyelesaikan Void Cube, beberapa minggu kemudian aku mencoba untuk memainkan Rubiks 4x4. Pitchnya lebih banyak dari 3x3, dan memiliki 4 center, karena center yang di Rubiks 3x3 hanya ada satu.

Caranya dimulai dari menyamakan posisi 4 center yang ditengah, lalu menyamakan setiap 2 warna dimasing-masing sisi. Menurutku, kedua cara awal ini yang bikin ribet, karena harus mencari 4 warna center ditengah, dan 2 pasangan warna disetiap sisi (kecuali sudut) terlebih dahulu, sebelum melanjutkannya dengan rumus biasa yang cara jalannya masih sama dengan Rubiks 3x3.


Cube 4x4

Setelah beberapa minggu berlalu akupun bisa menaklukkan Rubiks 4x4 itu. Meskipun waktunya belum bisa dibawah 15 menit, tapi aku bersyukur dan senang bisa memainkan dan juga menyelesaikannya dengan baik sesuai harapan.

Sebenarnya, dulu aku juga sempat mempelajari Rubiks model 5x5. Meski awalnya rumit, tapi setelah menguasainya, menurutku Rubiks 5x5 ini lebih mudah dari yang 4x4, karena sudah ada centernya ditengah. Tinggal menyamakan warnanya menuruti center tengah tersebut, lalu menyamakan sisinya masih sama dengan cara 4x4.


Nah, itu dia foto Rubiks 5x5 milikku. Mengenaskan sekali kan? *Huhu :'( Setelah dibanting oleh adik sepupuku sekitar 3 tahun yang lalu (yang saat itu dia masih 3 tahun), Rubiks ini masih belum ada perbaikan. Gimana cara memperbaikinya kalau pitchnya saja kecil-kecil kayak gitu? Mau beli yang baru juga nggak sempat-sempat, dan susah juga mau nyarinya di mana. Kalau saja ada bengkel yang bisa memperbaiki Rubiks, mungkin udah dari dulu aku bawa ke sana. Hahaha...

Oiya, sebelum mempelajari Rubiks 4x4 dulu aku juga sempat memainkan Rubiks yang bergambar. Caranya masih sama dengan 3x3 biasa. Hanya menyamakan gambarnya saja, seperti main puzzle dengan menggunakan rumus.  :D

Selain itu, aku juga punya satu Rubiks yang sampai sekarang belum pernah bisa aku selesaikan. Namanya Pyraminx Cube atau Rubiks Pyraminx. Bentuknya seperti Rubiks Pyramid, bentuk segitiga sama sisi, tapi sedikit bulat dimasing-masing sisinya. Tutorialnya pun aku cari-cari di Youtube nggak pernah ketemu-ketemu sampai sekarang. Berikut fotonya ...


Pyraminx Cube

Sempat sih, beberapa kali aku coba menyelesaikannya dan nyaris berhasil. Tapi selalu saja ada satu bagian yang berbeda posisi. Dan saat kucoba acak-acak lagi, berantakan lagi deh! Akupun dibuat pusing dengan Rubiks yang satu ini. Mungkin memainkan Pyramid Cube lebih mudah, meskipun aku belum pernah mencobanya.

Oke, sekian dulu yaa ceritaku tentang Rubiks Cube ini. Aku harap bisa memainkan, mempelajari, dan menyelesaikan Rubiks model lainnya yang lebih aneh lagi.
 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates