Thursday, January 16, 2014

Cara Cerdik Menembus Penerbit Buku

Jadi penulis baru memang harus cerdik. Terutama ketika berhasrat menerbitkan karyanya di sebuah penerbit buku. Apalagi di penerbit buku besar yang biasanya superketat menyeleksi naskah terbit.

Salah satu cara pintar memburu peluang agar naskah kita diterbitkan oleh penerbit mayor adalah mengetahui waktu yang tepat untuk mengirim naskah. Mungkin untuk seorang penulis yang sudah berulang kali karyanya diterbitkan tidak ada masalah dengan waktu. Tapi yang pemula, saya sangat sarankan untuk memerhatikan ini.

Saat ini, hingga tiga bulan ke muka adalah saatnya para penerbit berburu naskah untuk diterbitkan. Mengapa?

Pertama,  memasuki kwartal akhir setiap tahun, biasanya naskah untuk tahun berjalan sudah fix dalam jadwal. Penerbit mulai melakukan evaluasi buku-buku yang sudah mereka terbitkan dua kwartal sebelumnya. Mana genre yang laku dan tidak laku.  Genre yang laku sangat 
memungkinkan untuk diteruskan dalam rencana produksi tahun berikutnya. Yang tidak laku, ya dibuang. Jadi cobalah menggali buku-buku yang tidak laku dari dua kwartal yang sudah berjalan. Dan jangan coba mengirim genre itu lagi ke penerbit.

Kedua, jika naskah yang kita miliki bukan dari genre yang tidak laku, tapi juga tidak ada di genre yang laku, berarti masih ada peluang. Sebab, biasanya penerbit buku juga berharap genre-genre baru bisa masuk, untuk menjajal pasar di kwartal awal tahun depan. Yang penting naskahnya punya daya pikat di toko buku.

Ketiga, setiap awal tahun biasanya akan ada banyak pameran buku. Di Jakarta bulan Februari ataupun Maret biasanya digelar Islamic Book fair (IBF) yang jumah pengunjungnya membludak.
 Nah, penerbit akan mencari amunisi sebanyak mungkin untuk acara tersebut. Jadi cobalah kirim naskah ke penerbit yang akan terlibat di acara itu sekitar 3-4 bulan sebelumnya.

Keempat, percayalah mengirim naskah di kwartal akhir akan lebih baik karena buku bisa terbit kwartal pertama atau kedua tahun berikutnya.  Peluang laku lebih besar. Karena kalau sudah masuk masa tahun ajaran baru, puasa, apalagi lebaran, pasar buku cenderung menurun. Begitu pun satu- dua bulan setelah lebaran.

Jadi, cobalah selesaikan naskah yang sedang ditulis. Dan jangan tunda untuk mengirimnya ke penerbit impian masing-masing. Selalu pastikan bahwa naskah yang dikirim adalah naskah yang terbaik. Bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga pembaca.
***
 

[TIPS] Menulis Naskah Seri Fantasteen

 
Ada 10 hal yang kamu harus perhatikan untuk menjadi penulis naskah Fantasteen:

1. Kamu masih berusia 13-18 tahun. Jangan lupa buktikan dengan kartu pelajar.

2. Panjang naskah 85-95 halaman saja. Ketik 1,5 spasi. Huruf 12 points, TNR atau Calibri. Jangan suka nawar ya.


3. Cerita yang ditulis harus cocok untuk bacaan remaja yang lincah dan dinamis.


4. Genrenya adalah fantasi. Boleh fantasi ringan dengan latar kehidupan sehari-hari (sekolah, mal, rumah, sanggar, misalnya) dibumbui fantasi, maupun fantasi berat dengan dunia yang diciptakan sendiri (seperti Narnia, Lord of The Ring, dan sejenisnya). Tapi tetaplah berusaha untuk membuat alur cerita yang jelas dan menarik, bukan hanya menonjolkan keajaiban fantasinya.
5. Jenis fantasi yang bisa kamu tulis, seperti indera keenam, kemampuan paranormal, vampire, horor, teror, kejiawaan, pokoknya tidak berbau kuntilanak, pocong dan hantu lokal lainnya. Boleh juga tentang ksatria, magic, dan lainnya. Tapi untuk saat ini hal-hal yang mencekam dan menegangkan lebih disukai pembaca Fantasteen. Sebagi contoh adalah Ghost Dormitory.
6. Jangan terlalu banyak tokoh yang memusingkan pembaca. Juga jangan memberi nama tokoh yang terlalu rumit untuk diingat pembaca.
7. Hindari adegan-adegan pembunuhan, perkelahian, pertempuran yang terlampaui sadis. Jangan terlalu mengumbar kata-kata kotor di tulisanmu.
8. Jangan bercerita dengan hal-hal klise. Seperti tertidur lalu memasuki dunia lain, melewati lemari ala Narnia. Harus lebih kreatif.
9. Juga jangan terburu-buru menutup cerita sehingga terlihat konyol. Semisal kematian yang tidak jelas, atau hal-hal lain yang membuat akhir cerita mudah ditebak.
10. Pastikan tulisanmu rapi, tidak salah ketik. Dan tentu saja tulisanmu harus karya sendiri. Bukan nyontek.
 
 
 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates