Friday, May 13, 2016

Kutipan motivasi - 1 Litre Of Tears

Ichi Ritoru No Namida, atau lebih dikenal dengan judul One Litre Of Tears yang berarti Satu Liter Air Mata, adalah sebuah dorama (atau yang biasa kita sebut sinetron) yang berasal dari Jepang. Ceritanya berasal dari kisah nyata tentang perjuangan seorang remaja 15 tahun bernama Aya, yang meninggal pada tahun 1988 karena sebuah penyakit yang sangat langka bernama Spinocerebellar Degeneratif. Penyakit ini menyerang otak kecil sehingga membuat pasiennya lambat laun akan kehilangan seluruh kemampuan motorik dan gerakannya.


File:1 litre of tears.jpg
 
Sebenarnya, 1 Litre Of Tears ini termasuk dorama jadul ya, karena tayangnya tahun 2005 lalu. Dan ceritanya juga sudah di adaptasi menjadi sinetron Indonesia berjudul Buku Harian Nayla pada tahun 2006. Pasti tau doong! Pemainnya Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, yang kemudian CinLok, pacaran yang langgeng selama 8 tahun, dan pada akhirnya menikah pada tahun 2015 lalu. 

 
Bahkan, beberapa bulan sebelum mereka menikah, dibuat lagi sinetron Buku Harian Nayla season terbaru 8 Tahun Kemudian, yang hanya terdiri dari beberapa episode saja. Chelsea yang berperan sebagai Nayla si tokoh utama yang sudah meninggal di season pertama, kini berperan sebagai seseorang yang mirip Nayla dengan nama Gabriella atau Gaby. Bayangin aja gimana terkejutnya Moses ketika bertemu seseorang yang sangat mirip dengan mendiang istrinya. Bedanya, sebutan jenis penyakit Spinocerebellar Degeneratif di Buku Harian Nayla ini lebih dikenal dengan Ataxia.
Hampir semua pemain di season pertama pun ikut bermain lagi di season kedua ini. Ketiga adik Nayla yang dulunya masih kecil, kini telah tumbuh remaja dan dewasa. Jadi ceritanya mereka reunian juga nih! Seru banget, haha.

Nah, kembali lagi ke cerita tentang 1 Litre Of Tears. Oh ya, kalau nggak salah ingat, sekitar tahun 2007 lalu dorama ini juga pernah tayang di Indosiar. Tapi karena saat itu aku belum paham ceritanya, jadi nggak tertarik untuk mengikuti setiap episodenya.

Berikut ada beberapa baris dari catatan harian Ikeuchi Aya, yang aku dengar dari episode 11, episode terakhir dorama ini yang bener-bener nguras air mata. Bahkan, aku yang nggak biasanya nangis disetiap kali nonton drama Korea yang ceritanya sesedih apapun alias nggak gampang baper, bisa sampai netesin air mata gara-gara nonton dorama yang satu ini T_T Kata-katanya seakan memotivasi aku untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalani hidup ini, meski dengan keadaan atau kondisi fisik yang tidak ‘sebebas’ dulu lagi. :’(

***

Aku tidak boleh tidak sabaran, aku tidak boleh serakah, aku tidak boleh menyerah! Karena semua orang harus berjalan selangkah demi selangkah.
Aku bukan satu-satunya yang menderita.
Tidak bisa membuat orang lain memahami, tidak bisa memahami orang lain.
Kedua pilihan itu mengerikan.

Hidupku seperti bunga yang mekar.
Aku ingin menghargai masa mudaku tanpa penyesalan.
Ibu, dari lubuk hatiku, aku tahu bahwa dirimu akan selalu percaya padaku.
Aku minta maaf karena selalu membuat ibu khawatir.

“Mengapa aku dipilih untuk memiliki penyakit ini?”
Aku tidak bisa menerima semua kata-kata ini adalah nasib.
Aku ingin membangun sebuah mesin waktu, agar bisa kembali ke masa lalu.
Jika aku tidak memiliki penyakit ini, aku mungkin telah menemukan cinta, dan kerinduan untuk memeluk seseorang yang tak tertahankan.

Aku tidak akan berpikir lagi untuk ingin kembali ke masa itu.
Aku akan menerima diriku yang sekarang ini.
Aku akan hidup.

Aku menyadari meskipun ada tatapan-tatapan kejam yang menyakitiku, ini juga membuatku paham bahwa akan tetap ada jumlah orang yang sama yang menatapku dengan tulus.
Meskipun aku seperti ini, aku masih ingin tinggal di sini.
Karena ini adalah tempat di mana aku berada.

Bukankah tidak apa-apa kalau jatuh?
Karena kita akan selalu dapat kembali berdiri lagi.
Jika aku melihat ke langit ketika aku jatuh, bahkan hari ini, aku masih bisa melihat langit biru membentang tanpa batas dan tersenyum padaku.
Daripada hidup di masa lalu, kita harus fokus untuk melakukan segala yang kita bisa sekarang ini.

Walaupun aku bermaksud untuk menerima tubuh ini, namun jauh dilubuk hati ini, aku tidak akan benar-benar bisa menerimanya, meskipun ini adalah bagian dari diriku yang sebenarnya...

***

Sudah pernah nonton dorama yang satu ini? Kalau belum, dan penasaran sama ceritanya, langsung aja download DI SINI

Tenang, linknya no tipu kok. Karena aku juga downloadnya dari sana ^^ Jumlahnya 11 episode, dan tiap episodenya itu cuma 60an MB. Dan meski format videonya kecil, nggak nyampe ratusan MB kayak episode drakor, tapi menurut aku jelas aja kok. :)

Wednesday, February 17, 2016

A Werewolf Boy (Korea) VS Tiger Boy (Indonesia)

A Werewolf Boy
Korea, 2012
Film ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Kim Soo Ni (Park Bo Young) yang bertemu dengan seorang manusia liar (Song Joong Ki) yang sejak kecil tinggal disebuah kandang serigala didekat bangunan villa yang baru saja dibeli keluarga Soo Ni. Meski pada awalnya Soo Ni kesal dan keluarganya dibuat repot dengan tingkah si manusia liar itu, seiring waktu Soo Ni pun mulai belajar untuk membuatnya menjadi seorang manusia yang lebih baik dan memberinya nama Kim Cheol Su.

Berbagai kejadian lucu terjadi saat Soo Ni berusaha mengajarkan Cheol Su cara makan, mencuci piring, menyikat gigi, melipat selimut, hingga memakai sepatunya sendiri. Hampir setiap hari Soo Ni juga mengajarkan Cheol Su cara berbicara dan menulis. 

Seiring waktu, ketika melihat seorang lelaki (yang juga menyukai Soo Ni) berbuat jahat pada Soo Ni, Cheol Su pun marah dan mendadak berubah menjadi manusia serigala yang menyeramkan. Hal itu pun membuatnya dirantai dan dikurung oleh para polisi di dalam sebuah rumah gubuk tempatnya tinggal sejak kecil.

Beberapa hari kemudian, saat bertemu kembali dengan Soo Ni, Cheol Su pun menunjukkan beberapa gambar yang dibuatnya sendiri untuk Soo Ni. Dan saat mereka tengah asyik bermain di bukit, tiba-tiba Soo Ni jatuh pingsan. Cheol Su pun menggendongnya kesana kemari hingga mereka mendapat pertolongan.

Dan suatu ketika, saat Soo Ni harus meninggalkan Cheol Su karena keluarganya akan pindah ke kota. Berpuluh-puluh tahun kemudian Soo Ni pun kembali ke rumah itu bersama seorang cucunya. Akankah ia dapat bertemu kembali dengan Cheol Su? Semuanya terjawab di film ini.

Oiya, sebelumnya aku pernah bahas film ini di sini : Film Korea dengan kisah flashback yang mengharukan


Tiger Boy
Indonesia, 2015

Mengisahkan tentang seorang anak perempuan bernama Kanya (Sandrinna Michelle) yang berteman akrab dengan seorang anak laki-laki yang dibesarkan oleh seekor harimau disebuah hutan terlarang (Alwi Assegaf). Karena anak lelaki itu tidak bisa berbicara, Kanya pun memberi nama Radja pada teman barunya itu. Karena khawatir, orangtua Kanya pun segera membawanya kembali ke kota. Beberapa tahun kemudian. Kanya tumbuh menjadi seorang remaja yang agak tertutup, dan gemar menulis. 

Disaat Kanya (Irish Bella) disuruh oleh sang Mama berlibur di villa bersama sang adik, seorang temannya yang bernama Todi (Maxime Bouttier) pun mengikutinya bersama beberapa temannya. Dan disitulah Kanya mulai bertemu kembali dengan Radja (Stefan William). Sikap Kanya yang tadinya pemurung berubah menjadi ceria setiap kali bertemu dengan Radja. 

Kanya pun berusaha untuk membuat Radja bisa menjadi manusia seutuhnya. Namun hubungan mereka ditentang oleh sang Mama karena Todi sejak dulu telah dijodohkan dengan Kanya. Tetapi sikap Todi yang sombong dan kasar membuat Kanya tidak suka padanya. Ia pun lebih memilih kabur bersama Radja ke dalam hutan.

Disisi lain, adik Kanya yang bernama Tristan pun jatuh hati pada seorang gadis desa bernama Citra (Cassandra Lee). Namun karena ibunya sangat membenci orang kota, Citra pun selalu berusaha menjauhi Tristan.

Banyak kejadian yang membuat Kanya sempat berkali-kali terpisah dari Radja karena dianggap oleh warga sekitar makhluk yang berbahanya. Todi pun berulang kali melakukan berbagai cara agar dapat memisahkan Kanya dari Radja. Meski begitu, Kanya dan Radja tak pernah menyerah untuk saling bertemu. Adapun rahasia masa lalu tentang Radja yang akan diungkapkan oleh Kanya dengan bantuan dari Citra.

Siapa sebenarnya Radja? Kenapa bisa ia tinggal dan dibesarkan harimau di hutan? Semuanya terjawab di film ini.


Gimana? Mirip kan posternya? Pertama kali aku nonton Tiger Boy juga langsung inget A Werewolf Boy-nya Song Joong Ki. Mulai dari judulnya yang hanya berbeda nama hewan, sikap si tokoh utama yang tak bisa berbicara, caranya berjalan, serta si cewek yang pendiam dan mengidap penyakit serius. Apalagi saat adegan Radja menggendong Kanya masuk ke hutan, itu persis banget waktu Cheol Su menggendong Soo Ni dan membawanya masuk ke dalam hutan.
Tapi, karena Tiger Boy ini film Indonesia, pasti ada perbedaannya dong dengan film Korea. Dan bukan maksudku ingin membandingkan kedua film ini. Mana yang lebih bagus, itu kan menurut orang-orang yang membandingkannya. Kalau menurutku sih, masing-masing dari kedua film ini memiliki cerita yang menarik dan seru. Cuma beberapa kemiripan cerita dan adegan yang mengharukan membuatku gemas ingin menulis cerita/artikel tentang kedua film ini.

Kalau menurut kalian bagaimana? Tulis dikoment aja yaa... ^^

Film Korea dengan kisah flashback yang mengharukan.

Kisah flashback? Maksudnya?

Mungkin kita sudah sering menonton film dengan kisah-kisah yang cerita awal atau openingnya berada di masa atau waktu yang sama dengan endingnya. Misalnya pada beberapa menit awal menceritakan tentang masa sekarang, dipertengahan mulai flashback kembali ke masa beberapa tahun bahkan berpuluh-puluh tahun sebelumnya, hingga akhirnya pas ending kembali lagi ke masa sekarang. Beberapa film yang menyajikan cerita seperti itu pun seringkali membuat para penonton ikut merasakan masa lalu dari tokoh dalam film tersebut.

Karena akhir-akhir ini aku suka banget nonton film Korea, berikut ada salah satu judul film Korea dengan tema flashback yang menurutku ceritanya bagus dan recomendedd banget buat ditonton. Selain kisahnya yang mengharukan, juga banyak inspirasi yang bisa kita temukan. Misalnya tentang pengorbanan, kasih sayang dan cinta dari orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita, dan cara mengungkapkan rasa sayang itu sendiri.


Film dengan kisah flashback yang mau kubahas kali ini adalah salah satu film favorit yang sudah beberapa kali aku tonton. Judulnya A Werewolf Boy. Pemainnya Song Joong Ki dan Park Bo Young.

Ceritanya berawal dari masa sekarang. Dimulai dari seorang nenek bernama Kim Soo Ni yang berkunjung ke sebuah villa bersama cucunya yang sudah beranjak remaja (diperankan Park Bo Young). Sesampainya di sana, sang nenek melihat rumah tersebut yang suasananya masih sama saat ia masih remaja dulu.

Puluhan tahun sebelumnya... Sesuai judulnya, film ini menceritakan tentang seorang anak yang entah kenapa bisa seorang diri berada di kandang serigala disebuah Villa. Belasan tahun kemudian, keluarga dari pemilik baru villa tersebut datang untuk mencari suasana yang lebih tenang. Salah satu dari mereka adalah seorang gadis yang lemah karena telah mengidap penyakit sejak kecil, bernama Soo Ni (diperankan Park Bo Young, lagi). 

Beberapa hari kemudian, keluarga ini pun dikejutkan oleh kemunculan sosok lelaki yang tingkahnya serigala (diperankan Song Joong Ki). Ia tak bisa berbicara, badannya kotor tak terurus, dan berjalan seperti serigala. Awalnya mereka terkejut, namun terpaksa keluarga ini harus menampung lelaki itu di rumahnya, memberinya makan dan tempat tinggal yang layak, sembari pihak kepolisian mencari tempat yang tepat untuk menampungnya. Bayangkan bagaimana gaduhnya setiap kali ia menyerbu makanan seperti binatang.
Seiring waktu, sikap si manusia serigala yang liar dan tak bisa diatur itu pun mulai berubah sejak Soo Ni mulai mengajarinya sikap yang sopan, serta mengajarkannya menulis dan berbicara. Meski sulit, Soo Ni berusaha belajar melalui sebuah buku cara merawat anjing agar setidaknya lelaki itu dapat diatur dan bersikap selayaknya manusia, bukan seperti serigala. Soo Ni yang awalnya tidak menyukai lelaki itu pun semakin akrab dengannya, dan memberinya nama Kim Cheol Su. 






Cheol Su pun sangat patuh pada Soo Ni yang telah mengajarinya banyak hal. Apapun larangan seperti kata ‘tunggu’ yang dikatakan Soo Ni pasti ia turuti. Meski belum dapat berbicara, namun ia dapat mengerti apa yang dikatakan Soo Ni. Saat Soo Ni dan adiknya hampir tertimpa besi di pasar, Cheol Su langsung datang dan melindungi mereka dengan punggungnya.
Berbagai kejadian menyenangkan yang terjadi antara Cheol Su, Soo Ni dan adik-adiknya. Sampai akhirnya, pada saat Cheol Su melihat seorang lelaki kaya dan tengah mabuk yang ingin menyakiti Soo Ni pada malam hari. Karena sangat marah, seketika ia berubah menjadi manusia serigala berbulu lebat, menyeramkan dan sangat kuat. Hanya dengan satu tangannya ia dapat melempar lelaki tersebut sangat jauh hingga mobilnya penyok, begitupun dengan pengawal pribadi lelaki tersebut.
Karena peristiwa tersebut, Cheol Su pun dirantai dan dikurung disebuah kandang samping rumah itu. Para polisi memasang kamera CCTV untuk melihat aktivitasnya, namun polisi tak menemukan bukti yang menunjukkan bahwa dia berbahaya.
Beberapa hari kemudian, saat Soo Ni ditinggal sendirian di rumah, diam-diam ia mengajak Cheol Su jalan-jalan di daerah perbukitan. Dan saat mereka bermain tiba-tiba Soo Ni pingsan, dan Cheol Su pun segera menggendongnya kesana kemari sampai akhirnya mendapat bantuan. Namun Cheol Su tetap dikurung karena masih dianggap berbahaya oleh keluarga Soo Ni.
Dan suatu ketika, saat Cheol Su difitnah telah membunuh seekor kambing oleh lelaki kaya yang menyukai Soo Ni. Dan saat lelaki itu menarik Soo Ni dengan kasar, Cheol Su pun kembali berubah menjadi manusia serigala yang menyeramkan dan tanpa sadar akhirnya membunuh lelaki itu. Semua orang yang melihat kejadian itu termasuk polisi pun terkejut melihat Cheol Su. Melihat Soo Ni yang lemah, Cheol Su pun segera menggendong Soo Ni masuk ke dalam hutan untuk bersembunyi.

Cerita pun kembali ke masa sekarang. Soo Ni yang kini menjadi seorang nenek, tidur bersama cucunya di ruang tengah villa tersebut. Saat ia terbangun dan duduk disofa ia menemukan sisa makanan dibalik sofa itu. Seketika ia langsung teringat pada Cheol Su, dan mencoba untuk memasuki rumah kecil di mana dulu Cheol Su dikurung saat ia dan keluarganya pindah ke kota.


 


By the way, Park Bo Young di sini memerankan 2 tokoh. Sang nenek diwaktu muda, juga sang cucu disaat neneknya sudah tua. Meskipun nyaris tak pernah berbicara, di film ini Song Joong Ki pun tak kalah hebatnya karena memerankan karakter yang tak biasa, manusia serigala.

Bagaimana kisah mereka selanjutnya? Apa yang terjadi setelah Cheol Su membawa Soo Ni ke hutan? Bagaimana mereka berpisah? Apakah janji yang dikatakan Soo Ni pada Cheol Su sebelum mereka berpisah? Dan apakah Soo Ni yang sudah tua dapat bertemu kembali dengan Cheol Su di rumah itu? Semuanya terjawab setelah kalian menonton film ini. ^^

I Love Rubik's Cube

Hy Guys! Lama juga nih gak nulis2 cerita atau artikel di blog. Kali ini aku pengen cerita tentang hobiku yang sebenarnya udah lama banget, aku pun udah jarang mainin, tapi nggak tahu kenapa setiap kali ada waktu luang pasti aku nyarinya benda itu lagi. xD

Rubiks Cube. Aku mulai tertarik untuk memainkannya sejak usiaku 14 tahun, sekitar tahun 2009 lalu. Karena sejak sakit aku suka bosan karena nggak bisa terlalu banyak gerak, jadinya aku lebih senang jika fokus memainkannya. Seringkali waktu menunggu di Rumah Sakit pun berlalu tanpa terasa disaat aku keasyikan dan serius ingin menyelesaikannya.

Tapi sebelum itu, aku mau bahas dulu 'sedikit' yang aku tahu tentang permainan Cube yang mengasah otak ini.

Cubing adalah sebutan untuk orang yang memainkan Rubiks Cube. Entah dia suka ataupun tidak. Sedangkan Rubiks Cuber adalah orang memiliki hobi bermain Rubiks, bisa juga orang yang sudah ahli menyelesaikan berbagai macam Rubiks, atau bisa juga mereka yang hanya sekedar suka mengoleksi Rubiks tapi belum banyak tahu cara memainkannya.

Terkadang, kebanyakan orang ingin menguasai beberapa macam Rubiks agar bisa memecahkan rekor tercepat dari yang lainnya. Namun ada juga yang masih pemula sampai belajar tutorialnya tahap demi tahap melalui Youtube, dan asal sudah tahu dan mengerti caranya, itu sudah jadi kepuasan tersendiri baginya. Dan aku, mungkin bisa jadi seperti itu. :D

Rubik's Cube

Aku mulai tertarik setelah beberapa kali melihat orang memainkannya disebuah acara sulap yang tayang di TV waktu itu. Ada yang dapat menyelesaikannya tidak sampai 10 detik, adapun yang bahkan bisa memainkannya dengan mata tertutup. Hal itupun membuatku penasaran, sampai-sampai minta dibelikan Mama Rubiks 3x3 yang biasa.

Awalnya aku belajar sendiri. Memberanikan diri untuk mengacak-acaknya, namun setelah itu jadi pusing sendiri karena nggak tahu cara menyatukan warna-warnanya kembali. Dan saat aku nyaris putus asa, iseng-iseng aku buka Youtube dan mencari tutorial untuk Cuber pemula sepertiku. Ternyata ada, dan macam-macam pula versinya. Mulai Rubiks yang paling biasa hingga yang tidak biasa (paling susah, maksudnya.).

Aku juga masih ingat, waktu awal mempelajari teknik Rubiks itu di depan laptop. Hampir seharian aku berusaha mengingat semua rumus algoritmanya yang terdiri dari beberapa huruf awalan dalam bahasa inggris seperti : R (Right/Kanan), L (Left/Kiri), U (Up/Atas), F (Front/Depan), serta D (Down/Bawah). Semua algoritma itu bertujuan untuk mempermudah para pemula agar dapat memutarnya dengan benar saat mempelajari tekniknya.

Dan akhirnya, pada malam hari itu akupun berhasil menyelesaikannya. Nggak kebayang deh gimana rasanya. Yang jelas setelah itu aku nggak takut untuk mengacak-acak warnanya lagi. Tak lupa aku juga mencatat dibuku langkah-langkah algoritmanya agar tidak lupa saat mencoba memainkannya lagi.

Setelah menguasai Rubiks 3x3 yang pertama, selanjutnya aku mulai mempelajari lagi Rubiks yang masih berukuran sama 3x3, namun hanya memiliki satu warna. Namanya Mirror Cube. Uniknya Rubiks ini kalau diacak bentuknya bisa berubah menjadi berantakan karena masing-masing barisnya berbeda bentuk. Dan kenapa hanya satu warna? Itu karena jenis Rubiks ini hanya menyamakan bentuk, bukan warna seperti Rubiks 3x3 biasa.

Mirror Cube 3x3
 
Awal mempelajari Rubiks ini aku sempat dibuat pusing karena modelnya yang berantakan. Seolah-olah ingin kubongkar saja lalu kususun kembali, tapi kalau aku membongkarnya pun belum tentu bisa kuperbaiki lagi. Hal ini pun seketika membuatku dilema. *huhuhu...lebayy!

Lama-kelamaan, setelah beberapa kali mencoba dan memperhatikan bentuknya, aku berpikir untuk menyamakan dulu centernya seperti di rumus Rubiks 3x3 biasa, menyelesaikan baris satu, lalu mengikuti rumus-rumus selanjutnya hingga selesai. Dan akhirnya, Mirror Cube itu bisa kuselesaikan dalam waktu yang tak sampai 4 menit. *Yeyy! Ternyata rumusnya tetap sama, yang membedakannya hanya menyamakan bentuk atau warna.

Mirror Cube (sebelum)

Mirror Cube (sesudah)

Selanjutnya, karena tak puas dan masih penasaran dengan Rubiks model lainnya yang aneh-aneh, akupun kembali mencoba untuk memainkan Void Cube. Berbeda dengan Rubiks 3x3 biasa, Rubiks jenis ini memiliki lubang ditengahnya. Jadi center tengah yang sangat membantu untuk menyelesaikan Rubiks 3x3 biasa itu dihilangkan. Kesulitannya pun lebih tinggi karena para Cuber nggak tahu dimana letak center yang semestinya. Yang harus diketahui dalam memainkan Void Cube ini yaitu posisi warna pada Rubiks : Putih/Hitam berlawanan dengan Kuning, Merah berlawanan dengan Oranye, dan Hijau berlawanan dengan Biru.

Tak sampai disitu, jika kita sudah tahu letak warnanya pun belum tentu bisa menyelesaikannya dengan mudah seperti Rubiks 3x3 biasa. Kondisi ini biasanya disebut dengan istilah ‘Void Cube Part Error’, dimana letak masing-masing warna berbeda dengan center yang seharusnya. Cara mengatasi part error itu kita harus mempelajari rumus tambahan khusus untuk yang menemukan masalah saat tiba di tahap akhir menyatukan warna Rubiksnya. 

Void Cube 3x3

Terkadang aku juga dibuat bingung dengan Void Cube ini. Selain karena bentuknya yang memiliki lubang ditengah, juga karena rumus part errornya itu yang agak ribet. Salah sedikit Rubiksnya bisa acak-acakan lagi, mulai lagi deh dari rumus awal.

Dan setelah merasa cukup puas karena berhasil menyelesaikan Void Cube, beberapa minggu kemudian aku mencoba untuk memainkan Rubiks 4x4. Pitchnya lebih banyak dari 3x3, dan memiliki 4 center, karena center yang di Rubiks 3x3 hanya ada satu.

Caranya dimulai dari menyamakan posisi 4 center yang ditengah, lalu menyamakan setiap 2 warna dimasing-masing sisi. Menurutku, kedua cara awal ini yang bikin ribet, karena harus mencari 4 warna center ditengah, dan 2 pasangan warna disetiap sisi (kecuali sudut) terlebih dahulu, sebelum melanjutkannya dengan rumus biasa yang cara jalannya masih sama dengan Rubiks 3x3.


Cube 4x4

Setelah beberapa minggu berlalu akupun bisa menaklukkan Rubiks 4x4 itu. Meskipun waktunya belum bisa dibawah 15 menit, tapi aku bersyukur dan senang bisa memainkan dan juga menyelesaikannya dengan baik sesuai harapan.

Sebenarnya, dulu aku juga sempat mempelajari Rubiks model 5x5. Meski awalnya rumit, tapi setelah menguasainya, menurutku Rubiks 5x5 ini lebih mudah dari yang 4x4, karena sudah ada centernya ditengah. Tinggal menyamakan warnanya menuruti center tengah tersebut, lalu menyamakan sisinya masih sama dengan cara 4x4.


Nah, itu dia foto Rubiks 5x5 milikku. Mengenaskan sekali kan? *Huhu :'( Setelah dibanting oleh adik sepupuku sekitar 3 tahun yang lalu (yang saat itu dia masih 3 tahun), Rubiks ini masih belum ada perbaikan. Gimana cara memperbaikinya kalau pitchnya saja kecil-kecil kayak gitu? Mau beli yang baru juga nggak sempat-sempat, dan susah juga mau nyarinya di mana. Kalau saja ada bengkel yang bisa memperbaiki Rubiks, mungkin udah dari dulu aku bawa ke sana. Hahaha...

Oiya, sebelum mempelajari Rubiks 4x4 dulu aku juga sempat memainkan Rubiks yang bergambar. Caranya masih sama dengan 3x3 biasa. Hanya menyamakan gambarnya saja, seperti main puzzle dengan menggunakan rumus.  :D

Selain itu, aku juga punya satu Rubiks yang sampai sekarang belum pernah bisa aku selesaikan. Namanya Pyraminx Cube atau Rubiks Pyraminx. Bentuknya seperti Rubiks Pyramid, bentuk segitiga sama sisi, tapi sedikit bulat dimasing-masing sisinya. Tutorialnya pun aku cari-cari di Youtube nggak pernah ketemu-ketemu sampai sekarang. Berikut fotonya ...


Pyraminx Cube

Sempat sih, beberapa kali aku coba menyelesaikannya dan nyaris berhasil. Tapi selalu saja ada satu bagian yang berbeda posisi. Dan saat kucoba acak-acak lagi, berantakan lagi deh! Akupun dibuat pusing dengan Rubiks yang satu ini. Mungkin memainkan Pyramid Cube lebih mudah, meskipun aku belum pernah mencobanya.

Oke, sekian dulu yaa ceritaku tentang Rubiks Cube ini. Aku harap bisa memainkan, mempelajari, dan menyelesaikan Rubiks model lainnya yang lebih aneh lagi.

Wednesday, October 21, 2015

Mudik (kedua) yang seru dan menyenangkan!

Hello Guys!



Kayaknya udah lama banget nih aku nggak posting cerita. Bukan karena aku lagi sibuk atau fokus pada kegiatan lain, tapi nggak tahu kenapa setahun terakhir ini aku agak kesulitan untuk nulis cerita2 baru lagi. Kayak nggak ada inspirasi atau semangat gitu. Palingan seringnya cuma nulis dibuku Diary ataupun not angka lagu.



Kalau not angka sih beda lagi ya ceritanya. Karena bagiku kalau mencari not angka itu  hanya berpikir dan mendengarkan musik, nada, serta liriknya aja, nggak perlu berpikir jauh seperti menulis cerita yang membuat kita lebih fokus pada tema, lokasi, dan alurnya.

Eitt, kayaknya ceritaku diatas beda deh sama judul postingan blog ini. Hehe, kalau gitu aku mulai aja ya ceritanya.



Beberapa hari setelah lebaran Idul Fitri lalu, aku kembali berangkat ke kampung halaman, kali ini bersama Mama, Om, Tante, dan 4 orang adik sepupuku. Tapi berbeda dengan kampung yang kami kunjungi sehari setelah lebaran itu, kali ini lebih jauh lagi yaitu di daerah PolMas, Sulawesi Barat.



Ini juga merupakan kali pertama buat kami semua menginjakkan kaki di Polmas setelah hampir 10 tahun kita nggak pernah ke sana lagi. Di sana ada rumah Nenek dan juga rumah kedua adik sepupuku. Perjalanan yang kami tempuh sekitar 6-7 jam dengan mengendarai mobil. Namun bagiku, perjalanan kali ini lebih seru dibanding waktu sehari setelah lebaran itu. Omku yang jadi pengemudinya juga enak dan seru diajak bercanda. Nggak bosen dan nggak bikin bete. Kapanpun kami bisa singgah tanpa harus memikirkan terlambat sampai atau apapun itu.



Kami start dari Makassar itu sekitar pukul 12.30 siang setelah shalat dhuhur, melalui Maros, Pangkep, Barru, Sidrap, barulah kami sampai ditujuan pada pukul 19.30 malam. Hitung aja sendiri berapa jam kami diperjalanan. Cukup melelahkan, tapi seru juga. :D Kami menginap di rumah kedua sepupuku.



Oh ya, aku belum cerita kenapa kami ke sana lagi, padahal beberapa hari sebelumnya kami baru aja tiba dari Sidrap. Selain untuk mengunjungi rumah Om, Tante dan kedua adik sepupuku, kami juga mengunjungi rumah Nenek. Esok harinya, sekitar pukul 5 sore kami pun kembali lagi ke Makassar.



Nah, di perjalanan pulang itu bagiku yang seru. Setelah sebelumnya kami singgah sebentar di rumah Nenek di Pare Pare, perjalanan kami menuju Makassar kami pun singgah hampir disetiap kedai jualan yang berbeda. Makan gogos, beli jeruk, dan lain-lainnya. Tapi meski begitu kami sampai di Makassar tidak terlalu larut malam juga.



***



Terakhir kali aku ke PolMas kira-kira umurku masih sekitar 7 atau 8 tahun. Berarti sudah sekitar 12 atau 13 tahun berlalu.



Aku masih lumayan ingat sih waktu itu. Aku, bersama Mama, serta Om dan Tanteku (yang lain) berkunjung ke Polmas, dan kebetulan saat itu sudah musim durian, rambutan dan langsat. Di kebun Nenekku banyak sekali terdapat buah-buahan itu. Kami semua masuk ke dalamnya, dan makan bersama di sana.



Seingatku sih itu bukan seperti kebun yang biasanya, bahkan lebih mirip seperti hutan karena masih banyak sekali pepohonan yang tumbuh disekitarnya, dan menutupi sinar matahari darinya. Dan yang paling aku ingat saat itu adalah saat aku berceloteh dengan mulutku yang penuh durian. “Nanti duriannya dibawa pulang juga, ya!” xD



Maklumlah, anak umur segitu kalau ngomong nggak ada malu-malunya. Asal sembur aja. Otomatis apa yang kuucapkan saat itu membuat seluruh keluargaku tertawa termasuk juga Nenekku yang langsung menjawabnya dengan jawaban Iya dan Pasti.



Dan yang paling lekat dalam ingatanku selain kejadian lucu itu, adalah kejadian mengerikan setelah kami pulang dari Polmas malam itu, saat kami memutuskan untuk pulang sekitar pukul 10 malam. Dalam perjalanan dari Polmas menuju Makassar, kira-kira sekitar 1 atau 2 jam lagi kami masuk daerah Makassar, tiba-tiba mobil yang aku, Mama, Om dan Tanteku tumpangi itu masuk ke dalam area persawahan yang cukup dalam.



Peristiwa itu terjadi saat dinihari atau hampir subuh sekitar jam 4. Aku yang saat itu tertidur pulas langsung dikagetkan dengan suara Mama yang panik. Aku yang tidur di jok belakang mobil pun terjatuh dan langsung terduduk di bawah (belakang kursi Omku). Aku menangis dan berteriak hingga pada saat keadaan terasa aman, para warga sekitar pun membantu kami semua untuk keluar dari dalam mobil yang sudah masuk ke dalam area persawahan itu. Aku bahkan masih ingat saat menyentuh dinginnya air di sawah itu. Brrr, sampai-sampai membuatku menggigil meski sudah digendong dan dibawa ke seberang jalan bersama Mama dan Tanteku.



Kami sebenarnya masih beruntung karena Omku banting setir ke arah kanan yang membuat mobilnya masuk ke area sawah itu. Karena jika seandainya saat itu Omku banting setirnya ke arah kiri, mungkin kami akan menabrak rumah ataupun tiang listrik di jalanan itu. Bisa lebih parah lagi, kan?



Intinya, aku sangat bersyukur saat itu kami semua bisa selamat dan kembali melanjutkan perjalanan dengan mobil Omku yang berhasil ditarik dari area persawahan. Aku pun pastinya nggak berani tidur lagi setelah kejadian itu. Namun ditengah jalan, setelah memasuki daerah Makassar, karena terlihat ada gempulan asap yang keluar dari mesin dan lampu depan mobil, kami memutuskan untuk turun dan Omku menelpon mobil derek untuk menarik mobilnya hingga kami sampai di bengkel.



Sekitar pukul 7 pagi, barulah aku, Mama dan Tanteku sampai di rumah. Karena sebelumnya Omku membawa mobilnya ke bengkel, kami bertiga pun pulang ke rumah dengan menaiki angkot.



Sebenarnya ada beberapa hal yang aneh sebelum terjadinya kecelakaan itu. Ini menurut cerita dari Mama, Om dan Tanteku, karena aku lupa tentang ingatan saat itu, atau mungkin saat itu aku masih tertidur. Saat itu kebetulan kami singgah untuk beristirahat disebuah Kedai berangka 15. Entah kenapa Mamaku melihat wajah orang yang jualan di kedai 15 itu seperti bukan manusia, pokoknya seram gitu deh! Dan setelah Mama menceritakan hal ini pada Om dan Tanteku, ternyata mereka juga berpikiran yang sama.



Hiii ... Jadi merinding aku ceritainnya. Kalian jangan ikutan merinding juga yaa, hehehe xD



Setelah kurang lebih 12 tahun berlalu, anehnya aku masih ingat betul dengan kejadian itu.  Bagaimana keadaan malam itu, rasa dingin dan menggigilnya air di sawah itu. Aku yang saat itu masih anak-anak bahkan belum mengerti apa yang terjadi saat itu, setelah sebelum kejadian aku tertidur nyenyak di dalam mobil. Malahan setelah beberapa tahun berlalu justru aku baru memahami ingatan dari kejadian itu, yang menurutku akan selalu teringat dalam benakku setiap kali ikut melakukan perjalanan jauh.
 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates