Wednesday, March 12, 2014

My favorite’s ~ (Mantan) Artis Cilik


Setiap orang pasti mempunyai sosok idola yang dikagumi. Entah itu karena ganteng/cantiknya, penampilannya, bakatnya, kekayaannya, atau hanya sekedar suka aja tapi nggak nge-fans. Atau mungkin, sangat2 ngefans tapi gak tau apa yang membuat ngefans dengan sosok itu.

Di dunia ini, banyak sekali public figure yang patut dikagumi. Entah itu didalam maupun diluar negeri. Mulai dari artis, pejabat, sampai ulama/pemuka agama. Kalau kamu, ngefansnya sama siapa? :D

Sekedar tahu saja, ini juga kalau mau baca. Kalau nggak penting sih ya nggak usah dibaca :D

Seperti kebanyakan orang, pastinya aku juga punya sosok idola. Sejak kecil, malah. Pasti, kamu juga gitu, kan? Nah, kali ini aku mau cerita2 ttg sosok yang menjadi idola bagiku.

Mulai dari kecil dulu, ya! Atau tepatnya, artis cilik. Tapi karena sekarang aku udah nggak kecil lagi, pastinya yang aku sebut disini adalah “mantan” artis cilik.

Yang pertama, Joshua Suherman. Atau biasa dipanggil Joshua atau Jojo. (Lahir 3 November 1992)

      

Pastinya kalian sudah kenal kan, sama yang satu ini? Yang wktu kecil nyanyi “diobok-obok airnya diobok-obok”, yang main di sinetron Indera Keenam, Anak Ajaib, Mutiara Hati, dll. Dan pastinya di film Joshua Oh Joshua, Petualangan 100 Jam, Tendangan Dari Langit, Sang Pencerah, dll.

Jaman kecil dulu, sekitar tahun 1998-2001 aku seneng banget sama Joshua. Mukanya imut-imut gimana gitu, hehe :D kebetulan juga karena wktu itu alm. Papa suka beliin aku kaset/CD lagu anak-anak, dan termasuklah yang nyanyi itu Joshua. Apalagi setelah film Joshua Oh Joshua rilis pada tahun 2001, beberapa saat setelah film Petualangan Sherina laris di bioskop. Dulu aku juga sempat punya CD asli kedua film itu, tapi skrg udah hilang nggak tau kemana :’(


Oh iya, ada satu pengalaman yang unik, saking ngefansnya aku sama si Jojo ini. Waktu itu kalo nggak salah aku masih kelas 3 atau 4 SD. Ada satu foto Joshua yang diselipkan dibawah meja kaca Papa. Karena suka banget sama foto Joshua itu, aku berusaha untuk mengambilnya. Kebetulan, foto itu berada ditepi meja, dan kacanya juga sudah retak, jadi fotonya tinggal ditarik sedikit hingga keluar.

Tapi, karena kaca dimejanya berat dan besar, fotonya pun susah ditarik. Dan setelah aku bersusah payah menarik foto itu dan akhirnya berhasil, ujung jariku berdarah karena terkena pecahan dari kaca itu. -_-

Konyol ya? Hehe, tapi ya begitulah ceritanya. Gak tau kenapa aku masih ingat jelas kejadian itu. Fotonya pun masih ada sampai sekarang, meskipun udah lumayan lusuh, dan sudah ku lubangi beberapa bagian ditepiannya.

 Joshua Suherman

Kini, setelah aku (dan dia juga) beranjak dewasa, aku tetep suka sama Joshua. Meskipun udah jarang muncul sih, tapi sering lihat di iklan Nutrisari. Tahu kaan? :D Kalau menurutmu ini lebay, terserahlah! Semua orang punya idola dan kisahnya masing-masing kan?

Okey, segitu dulu ya ceritaku. Sebenarnya msih ada beberapa artis cilik yang dulu lagu2nya aku suka. Misalnya nih; Sherina, Maissy, Chiquita Meidy, Geofany, Trio Kwek Kwek, juga Derby Romero dan Mega Utami. Tapi gak tahu kenapa, aku lebih ngefans sama Joshua. Bukan karena lagunya atau apa, aku juga sendiri nggak tahu pastinya karena apa. Mungkin, ini yang membedakan arti kata “fans” dengan hanya sekedar “suka”.

Tunggu cerita2ku berikutnya yaa! Penting nggak penting, semua orang kan berhak bercerita. Kalau kalian juga mau berbagi cerita dan pengalaman, bisa tinggalkan jejak di kolom komentar dibawah postingan ini.

Salam, Aulia ^_^

Sunday, February 23, 2014

Tips menulis ala Winda Aulia Saad :D

Gimana cara nulis novel?

Tak banyak yang tahu, menulis novel itu sebenarnya mudah. Mudah, jika kita menyempat waktu dan pikiran kita hanya untuknya. Fokus pada satu cerita dan tidak berpindah-pindah genre atau judul.

"Sebaiknya selesaikan dulu satu judul baru memulai judul yang baru lagi." Begitulah kalimat motivasi yang pernah kubaca dari salah satu artikel milik salah seorang penulis terkenal.

Aku juga pernah sih, nulis beberapa judul cerita yang berbeda-beda dalam waktu yang hampir bersamaan, dan hasilnya? Naskah itu tersendat gara-gara pikiran mentok akibat kebanyakan mikirin cerita yang berbeda-beda. -_- Apalagi, untuk yang genrenya juga berbeda. Misalnya novel pertama tentang dunia fantasi dan yang kedua tentang dunia nyata. Bener2 bikin puyeng dah!

Jika ada niat dan keseriusan, menulis novel itu sebenarnya sangatlah menyenangkan. Kita bisa mencurahkan semua kisah yang kita inginkan tanpa batasan. Kata-kata "seandainya" yang biasa kita bayangkan atau ucapkan di dunia nyata, "sangat bisa" dituang dalam sebuah scene di cerita novel yang kita tulis. Dengan begitu, secara tidak langsung kita membuat bayangan itu menjadi nyata meskipun bukan kita yang merasakannya, melainkan tokoh yang ada di novel itu. 

Tapi kita juga bisa membayangkan, sosok dalam cerita itu adalah diri kita sendiri. Lebih asyik lagi kalau kita bisa terhanyut dalam cerita yang kita buat itu. Waktu selesainya bahkan bisa lebih cepet dari perkiraan. Itu sih menurutku ya, cukup kalian yang memahaminya sendiri :)

Oke, sudah dulu ya kawan. Lain kali aku cerita-cerita lagi. Buat yang pengen jadi penulis, tetap semangat ya! Luangkan waktu sedikit untuk menulis. Jika memang tidak ada waktu luang, kan bisa nunggu hari libur :D

Bye! :)

 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates