Wednesday, June 15, 2016

Keajaiban Itu Ada

“Dan aku tahu, setiap peristiwa yang terjadi dalam hidup pasti akan ada hikmahnya.”

Aku suka menulis. Bagiku, menulis itu seperti matahari yang seakan tak pernah absen memberikan cahayanya kepada dunia. Gak nyambung, ya? Hehe :D

Saat ini, hobiku memang menulis. Baik dibuku, ataupun di software Ms. Word yang ada dilaptop. Tiada hari tanpa menulis. Sehari saja tak menulis, tanganku seperti kaku dan tulisanku terasa berubah. Aku juga tak ingin membiarkan hal itu terjadi. Cukup jari ditangan kiriku saja yang kaku.

Oh ya, aku jadi teringat. Beberapa tahun lalu, kalau nggak salah sekitar tahun 2007 lalu, aku sempat berhenti menulis, terutama Not Angka. Bukan lagi blockwriter ya! Lebih tepatnya, selama beberapa bulan aku tak pernah bisa memegang pena dan sejenisnya.

Kenapa? Yap, karena waktu itu tiga jari tangan kananku diserang kekakuan otot. Yaitu jari telunjuk, tengah, dan jari manis. Ketiga jari itu sangat sulit untuk dibuka. Yang normal hanyalah jari kelingking dan ibu jariku.

Otomatis, aku nggak bisa tuh yang namanya megang pena, pensil, bahkan sendok pun susah. Bayangin aja gimana cara megang sendok tanpa ketiga jari tengah itu. Bisa kalian praktekkan sendiri, kan?

Kenapa hal itu bisa terjadi? Aku juga nggak tahu pasti. Tapi yang jelas, saat itu aku lebih banyak beraktivitas dengan tangan kiriku, yang waktu itu masih normal.

Sebelum mengalami kekakuan, awalnya terjadi pembengkakan disertai nyeri dan rasa panas pada tangan kananku, bahkan hingga jari-jarinya. Selama beberapa minggu aku merasa tersiksa dengan keadaan itu. Aku jadi lupa memikirkan kapan bisa menulis lagi. Apalagi saat itu aku masih kelas 6 SD dan sebentar lagi akan menghadapi UN. :O

Beberapa minggu aku tidak masuk sekolah karena izin sakit. Bagaimana mungkin aku bisa masuk sekolah dengan tangan yang sakitnya tak terbayangkan? Akupun menjalani berbagai pengobatan sambil berdoa dan terus berdoa agar tangan kananku bisa normal kembali. Setelah bengkaknya turun, dan panasnya menghilang, aku harus menerima kenyataan selanjutnya. Ya, kaku. Mulai dari persendian bahu, hingga siku dan pergelangan tangan kananku. Namun aku tetap bersyukur masih bisa menulis dengan tangan yg kaku ini, karena kekakuan itu belum menyerang jari-jariku.

Minggu berganti bulan, bulan dan bulan (Aku lupa tepatnya berapa lama), yang jelas lebih dari satu bulan. Aku tetap berusaha untuk terus belajar, dan beraktivitas seperti biasanya. Mulai dari belajar memegang mouse komputer dengan tangan kiri, mengetik, memegang sendok, dan aktivitas lainnya.

Kecuali satu, ya menulis! Beberapa bulan setelah lulus SD, barulah ketiga jari yang kumaksud diawal tadi diserang kekakuan. Waktu itu aku memang sempat mencoba menulis dengan tangan kiri, tapi hasilnya selalu nihil! Jadinya setiap aku merasa ingin menulis, aku hanya bisa buka komputer dan mengetik dipapan keyboardnya.

Oiya, aku juga teringat saat ketiga jari tangan kananku masih kaku. Sekitar 3 atau 4 tahun lalu, terkadang aku sering tertidur sambil memegang telepon ditangan kananku. Bahkan sampai aku bangun pun, telepon itu tak pernah jatuh ke lantai. Mungkin karena kejepit kali, ya? Hihi ... #GaJe -_-

Nah, beberapa bulan berlalu, akhirnya keajaiban itu pun datang. Secara tiba-tiba tanpa diobati, salah satu dari ketiga jariku berangsur normal kembali, yaitu jari telunjuk. Aku seneng banget! karena disaat shalat dan duduk tasyahud awal dan akhir aku sudah bisa meluruskan jari telunjukku lagi seperti dulu. Alhamdulillah ... Allah Maha Baik :)

Tak berapa lama setelah tangan kananku berbentuk metal :D, dan setelah beberapa kali latihan/terapi buka tutup jari, akhirnya kedua jariku yang lainnya pun berangsur pulih seperti dulu lagi. Haah ... akhirnya aku bisa memegang pena dan menulis dibuku lagi seperti biasanya. Yey! ^^,

Tak pernah terfikirkan akhirnya aku bisa seperti sekarang ini. Bisa menulis Not Angka lagu adalah semangat baru bagiku. Aku yang dulu bahkan tak sekalipun pernah membayangkan untuk bisa kembali memegang pena dengan tangan kananku, sekarang bisa menulis beratus-ratus lembar not angka lagu, seperti dibuku2 ini. ^^


Gimana ceritaku hari ini? Nggak penting-penting amat ya? Hehe, nebak-nebak aja sih. Lagian, aku cuma pengen cerita aja sama kalian. Bukan bermaksud sombong atau apa, aku hanya berharap semoga kalian dapat inspirasi dibalik kisahku ini. Kisah yang cukup singkat, namun jika aku mengingatnya kembali, rasanya saat itu juga aku tak ingin berharap apapun, selain bisa menulis lagi. :)

Friday, May 13, 2016

Kutipan motivasi - 1 Litre Of Tears

Ichi Ritoru No Namida, atau lebih dikenal dengan judul One Litre Of Tears yang berarti Satu Liter Air Mata, adalah sebuah dorama (atau yang biasa kita sebut sinetron) yang berasal dari Jepang. Ceritanya berasal dari kisah nyata tentang perjuangan seorang remaja 15 tahun bernama Aya, yang meninggal pada tahun 1988 karena sebuah penyakit yang sangat langka bernama Spinocerebellar Degeneratif. Penyakit ini menyerang otak kecil sehingga membuat pasiennya lambat laun akan kehilangan seluruh kemampuan motorik dan gerakannya.


File:1 litre of tears.jpg
 
Sebenarnya, 1 Litre Of Tears ini termasuk dorama jadul ya, karena tayangnya tahun 2005 lalu. Dan ceritanya juga sudah di adaptasi menjadi sinetron Indonesia berjudul Buku Harian Nayla pada tahun 2006. Pasti tau doong! Pemainnya Chelsea Olivia dan Glenn Alinskie, yang kemudian CinLok, pacaran yang langgeng selama 8 tahun, dan pada akhirnya menikah pada tahun 2015 lalu. 

 
Bahkan, beberapa bulan sebelum mereka menikah, dibuat lagi sinetron Buku Harian Nayla season terbaru 8 Tahun Kemudian, yang hanya terdiri dari beberapa episode saja. Chelsea yang berperan sebagai Nayla si tokoh utama yang sudah meninggal di season pertama, kini berperan sebagai seseorang yang mirip Nayla dengan nama Gabriella atau Gaby. Bayangin aja gimana terkejutnya Moses ketika bertemu seseorang yang sangat mirip dengan mendiang istrinya. Bedanya, sebutan jenis penyakit Spinocerebellar Degeneratif di Buku Harian Nayla ini lebih dikenal dengan Ataxia.
Hampir semua pemain di season pertama pun ikut bermain lagi di season kedua ini. Ketiga adik Nayla yang dulunya masih kecil, kini telah tumbuh remaja dan dewasa. Jadi ceritanya mereka reunian juga nih! Seru banget, haha.

Nah, kembali lagi ke cerita tentang 1 Litre Of Tears. Oh ya, kalau nggak salah ingat, sekitar tahun 2007 lalu dorama ini juga pernah tayang di Indosiar. Tapi karena saat itu aku belum paham ceritanya, jadi nggak tertarik untuk mengikuti setiap episodenya.

Berikut ada beberapa baris dari catatan harian Ikeuchi Aya, yang aku dengar dari episode 11, episode terakhir dorama ini yang bener-bener nguras air mata. Bahkan, aku yang nggak biasanya nangis disetiap kali nonton drama Korea yang ceritanya sesedih apapun alias nggak gampang baper, bisa sampai netesin air mata gara-gara nonton dorama yang satu ini T_T Kata-katanya seakan memotivasi aku untuk tetap optimis dan semangat dalam menjalani hidup ini, meski dengan keadaan atau kondisi fisik yang tidak ‘sebebas’ dulu lagi. :’(

***

Aku tidak boleh tidak sabaran, aku tidak boleh serakah, aku tidak boleh menyerah! Karena semua orang harus berjalan selangkah demi selangkah.
Aku bukan satu-satunya yang menderita.
Tidak bisa membuat orang lain memahami, tidak bisa memahami orang lain.
Kedua pilihan itu mengerikan.

Hidupku seperti bunga yang mekar.
Aku ingin menghargai masa mudaku tanpa penyesalan.
Ibu, dari lubuk hatiku, aku tahu bahwa dirimu akan selalu percaya padaku.
Aku minta maaf karena selalu membuat ibu khawatir.

“Mengapa aku dipilih untuk memiliki penyakit ini?”
Aku tidak bisa menerima semua kata-kata ini adalah nasib.
Aku ingin membangun sebuah mesin waktu, agar bisa kembali ke masa lalu.
Jika aku tidak memiliki penyakit ini, aku mungkin telah menemukan cinta, dan kerinduan untuk memeluk seseorang yang tak tertahankan.

Aku tidak akan berpikir lagi untuk ingin kembali ke masa itu.
Aku akan menerima diriku yang sekarang ini.
Aku akan hidup.

Aku menyadari meskipun ada tatapan-tatapan kejam yang menyakitiku, ini juga membuatku paham bahwa akan tetap ada jumlah orang yang sama yang menatapku dengan tulus.
Meskipun aku seperti ini, aku masih ingin tinggal di sini.
Karena ini adalah tempat di mana aku berada.

Bukankah tidak apa-apa kalau jatuh?
Karena kita akan selalu dapat kembali berdiri lagi.
Jika aku melihat ke langit ketika aku jatuh, bahkan hari ini, aku masih bisa melihat langit biru membentang tanpa batas dan tersenyum padaku.
Daripada hidup di masa lalu, kita harus fokus untuk melakukan segala yang kita bisa sekarang ini.

Walaupun aku bermaksud untuk menerima tubuh ini, namun jauh dilubuk hati ini, aku tidak akan benar-benar bisa menerimanya, meskipun ini adalah bagian dari diriku yang sebenarnya...

***

Sudah pernah nonton dorama yang satu ini? Kalau belum, dan penasaran sama ceritanya, langsung aja download DI SINI

Tenang, linknya no tipu kok. Karena aku juga downloadnya dari sana ^^ Jumlahnya 11 episode, dan tiap episodenya itu cuma 60an MB. Dan meski format videonya kecil, nggak nyampe ratusan MB kayak episode drakor, tapi menurut aku jelas aja kok. :)
 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates