Sunday, November 2, 2014

Story Of My : PBC - A Secret Bestfriend karya Winda Aulia Saad

A Secret Bestfriend
Mengisahkan tentang dua orang sahabat kecil yang saling bermusuhan sejak duduk di kelas 4 SD. Disaat keduanya memutuskan untuk berdamai, dua sahabat yang bernama Winda dan Putra ini harus menerima kenyataan bahwa sejak awal para anggota dari kedua geng mereka adalah musuh bebuyutan. Karena tak ingin menyakiti para sahabat mereka di geng masing-masing, maka dimulailah istilah “sahabat rahasia” diantara keduanya.

Perjalanan penuh liku mereka (Putra dan Winda) lalui secara rahasia. Mereka sangat ingin mengakui persahabatan itu, namun disisi lain mereka tak ingin membuat persahabatan dengan geng masing-masing menjadi hancur. Kejadian apakah yang kelak akan membuat semua rahasia mereka terungkap?

***

Kisah ini mulai aku tulis sekitar awal tahun 2012 lalu, beberapa hari setelah aku mengirim naskah keduaku, Pangeran Mimpi Zera (PBC 2013). Dan cerita ini selesai sekitar setahun berikutnya. Lama juga, ya? Padahal, pada saat pertama kali aku menulis ceritanya itu langsung sampai pada halaman 23. Sebuah awal yang menurutku bagus dan cukup membangkitkan semangat untuk terus menulis. :D

Biasanya cerita novel paling singkat itu dibuatnya hanya 1 sampai 2 bulan, bahkan kurang dari itu. Lantas, kenapa aku selesainya bisa sampai 1 tahun? Nah, itu juga yang kadang-kadang bikin aku nyesel. Terlebih lagi, itu cuma satu naskah -_- Banyak hal yang terjadi ditengah-tengah pembuatan naskah ini. Banyak perubahan yang terjadi pada kondisi kesehatanku. Naik-turun, naik-turun, serasa jalanan ke puncak dan nggak tahu berhentinya kapan. T_T *Bingung? Cari sendiri jawabannya :D

Sempat juga aku terkena Block Writer (Meski aku nggak yakin kalau istilah ini bener-bener ada atau tidak). Pikiran rasanya buntu tiap kali buka file naskah itu. Palingan cuma bisa nambahin beberapa baris, baca dari awal, ngedit sedikit, trus di close lagi. Aku juga bingung kenapa bisa sampe kayak gini. Hal inilah salah satu yang menghambat alur ceritaku di novel ini, dan cukup mengulur banyak waktu untuk menyelesaikannya.

Namun, setelah kedua buku aku akhirnya terbit hampir bersamaan ditahun 2013 lalu, yang judulnya Galaneon And Friends dan Pangeran Mimpi Zera. Rasanya semangat menulis aku bangkit lagi. Dalam waktu semalam aku bisa menulis lebih dari 10 halaman, trus lanjut besoknya lagi, dan lagi. Pokoknya, untuk mikirin alurnya itu nggak sesulit dulu lagi.

Namun, saat itu tetap masih belum banyak yang aku revisi. Sambil berpikir untuk kisah persahabatan ‘mereka’ selanjutnya, sesekali aku baca buku-buku lain dengan tema cerita yang tak jauh beda untuk mencari inspirasi. Sempat pula terjadi beberapa perubahan nama pada tokoh, nama salah satu geng, perubahan karakter tokoh, perubahan alur cerita, dan lain-lain. Hal ini mungkin sudah sangat biasa bagi teman-teman penulis lainnya.

Sampai akhirnya, pada bulan Agustus tahun 2013 lalu naskah yang awalnya aku beri judul “My Secret Bestfriend” ini selesai, trus aku print, jilid, masukin di amplop coklat yang gede seukuran A4 (sedikit lebih gede), nulis alamat penerbitnya yang lengkap (Yaelahh, lengkap banget tuh tahapnya :D), dan langsung deh aku kirim ke Penerbit Mizan.

***

Januari 2014, aku dapat kabar gembira dari penerbit yang menyatakan bahwa naskah “My Secret Bestfriend” karyaku sudah lolos tahap seleksi. Akupun diminta untuk mengirim naskah softcopy ke emailnya Kakak editor (yang saat itu masih kak Moemoe Rizal).
Beberapa minggu setelah itu, aku dapat email lagi dari kak Moemoe yang isinya berupa file Ms.word yang berisi catatan dari first reader. Selang dua hari, aku kirim lagi naskah yang sudah aku edit dan perbaiki alur ceritanya.


April 2014, aku dapat email lagi dari kak Moemoe yang isinya kayak gini nih :
“Naskah My Secret Besfriend masih proses redaksi.
Kemarin baru selesai edit, dan sekarang sedang proof digital.
Jadi sabar aja, ya, nunggu terbitnya. Hehe.
Kenapa lama? Karena PBC yang masuk ke sini kan ratusan...
Jadi nggak bisa fokus ke satu buku saja. Harus bagi2 konsentrasi, nih.
Hihihi..”

Dan, aku pun mencoba sabar menunggu kabar selanjutnya dari kak Moemoe, sambil menulis cerita novelku selanjutnya.

Masih dibulan April 2014. Kebetulan naskahku selanjutnya yang keempat yang judulnya... (Hmm, rahasia dulu deh!) sudah selesai dan siap dikirim ke alamat redaksi Mizan Bandung. Yang jelas, naskahku yang keempat ini masih tentang persahabatan. Berhubungan dengan kisah My Secret Bestfriend? Kita lihat saja nanti. :)


Juni 2014, setelah sebelumnya sempat beberapa kali bertanya lewat emailnya kak Moemoe, kali ini aku dapat kiriman pesan dari email yang namanya Andika Budiman. Siapa dia? Setelah ditelusuri, ternyata dia merupakan salah satu kakak editor juga, dan baru kukenal setelah ia mengabarkan bahwa kak Moemoe sudah tidak menjadi editor di Mizan lagi.

Begini katanya (dipenutup pesan) :
“PS: Kak Moemoe titip salam. Ia pamit, mulai tanggal 20 Juni 2014 tidak bisa lagi jadi editor di DAR! Mizan pada umumnya, dan editor novel Lia pada khususnya. Kak Moemoe ingin keliling dunia.”

Sempat kaget juga sih bacanya. Pantesan selama ini emailku nggak pernah dibales lagi sama dia. Ternyata sudah nggak jadi editor lagi, toh! Nggak apalah, semua orang kan berhak mengejar impiannya masing-masing. Salam aja buat kak Moemoe ^_^’


September 2014, aku dapat kabar lagi dari kak Andika melalui email bahwa naskahku yang berjudul My Secret Bestfriend, judulnya diganti menjadi A Secret Bestfriend, sekalian buat cek PDF naskah dan hanya diberi waktu (Deadline) 1 sampai 2 hari. But, bagiku itu nggak jadi masalah yang berarti.


20 Oktober 2014, aku mendapat email lagi dari kak Andika. Begini isinya :
“Aku mau mengabari. Buku karya Lhia, A Secret Bestfriend sudah terbit dan akan segera beredar di toko buku. Redaksi turut bangga dan bersenang hati dengan terbitnya karya Lhia ini. Mudah-mudahan buku ini bisa menghangatkan hati banyak pembaca. Dan mudah-mudahan, Lhia bisa terus menemukan makna dan kesenangan dari kegiatan menulis dan membaca buku.”

Waah... Rasanya seneng pake banget dengar kabar ini. Pengen teriak sekenceng-kencengnya pake toa...

“AKHIRNYA TERBIT JUGAAA!!!”
Eitt! Tapi yaa nggak kayak gitu juga kalee.. Cukup dengan bersyukur kepada Allah SWT dengan mengucapkan :

“Alhamdulillah... Terima kasih atas rahmatMu. Semoga bisa menjadi yang lebih baik lagi ke depannya.”


21 Oktober 2014, aku lihat cover “A Secret Bestfriend” sudah dishare di akun Facebook dan Twitternya kak Benny Rhamdani. Duh senengnyaa, jadi nggak sabar buat megang bukunya :D


28 Oktober 2014, Pak Pos datang ke rumah untuk mengantar kiriman (ya iyalah kiriman, apa lagi coba? xD). Dan ternyata, paket itu ditujukan padaku. Melihat ukurannya yang cukup tebal sepertinya aku sudah bisa menebak apa isinya. Tanpa menunda waktu, aku langsung membuka pembungkusnya, dan ...
Taraaa!!! Bukti terbit “A Secret Bestfriend” sudah ditanganku. Seneng bingittt rasanyaaa (Lebay! ._.)
Setelah itu, aku membuka pembungkus plastik salah satu dari kelima buku itu. Semua orang yang ada disekitarku saat itu pun dibuat penasaran dan ingin melihat isinya. Belum sempat aku buka halaman apa saja yang ingin aku lihat, langsung direbut Kakak. Huh! Rada sebel sih, tapi sabar ajalah. Nanti juga kan bisa bebas bacanya. Orang aku sendiri yang nulis kok, pasti udah tahu isinya juga. Hehe.. :D

***

Kalo mau jujur sih ya, cerita tentang geng Forever Five Girls ini sebenarnya berasal dari kisah persahabatanku saat masih duduk dibangku Sekolah Dasar dulu. Tapi nggak seluruhnya sih yang nyata. Hanya beberapa nama tokoh yang memang orangnya ada. Aku hanya ingin membagi kisah persahabatan yang pernah sempat aku rasakan semasa sekolah formal dulu. Persahabatan menurutku sangat indah, bersama dengan orang-orang yang sayang padaku walau dengan apapun keadaanku. :’)

Aku harap, karya tulisanku yang ketiga ini dapat menjadi inspirasi serta motivasi buat kalian-kalian yang juga mempunyai hobi menulis, serta memiliki impian menjadi seorang penulis.

***

‘Aku’ Dan Dunia Menulis

Tak ada karya yang abadi selain dengan tulisan. Kita tak akan pernah tahu siapa pahlawan, siapa ilmuwan, siapa negarawan kalau bukan dari tulisan kumpulan sejarah. Atau, bahkan siapa nama Orang tua dan nama kita sendiri kalau bukan dari tulisan di akte kelahiran :D Karena dengan menulis aku bahagia, dengan menulis aku merasa lega, dan dengan menulis aku bisa mencurahkan semuanya.

Perkenalkan, nama aku Winda Aulia Saad. Biar lebih mudah panggil aja aku Lhia. aku lahir kurang lebih 19 tahun yang lalu di kota Dili, Timor Leste. Sekarang ini aku tinggal dan menetap di kota asal kedua Orang tua, di Makassar.

Sejak kelas 4 SD, aku suka banget sama pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Namun pada saat itu aku belum ada tertarik untuk membuat karangan cerita. Barulah setelah lulus SD aku mulai menulis beberapa cerpen dan puisi. Awalnya aku tulis dibuku catatan karena belum punya Laptop. Setelah ada Laptop, baru deh aku mulai aktif di dunia menulis, dan mulai mencoba untuk membuat cerita panjang atau yang biasa disebut novel.

Aku mulai menulis novel sekitar tahun 2008/2009 lalu, pada saat umurku 13/14 tahun (agak telat juga sih). Namun, naskah novel pertama yang aku tulis merupakan cerita anak-anak dibawah 12 tahun dan nggak cocok untuk seri remaja. Jadi, aku buat lagi cerita yang persahabatan di lingkungan anak-anak SMP dan SMA. Dan akhirnya, setelah 5 tahun berlalu, terciptalah naskah Galaneon And Friends, lalu Pangeran Mimpi Zera, kemudian A Secret Bestfriend, dan dua naskah berikutnya.

Alhamdulillah ... :)
***

Pesanku buat kamu yang hobi menulis

Kalau kamu mempunyai impian jadi penulis, harus berusaha dan yakin dengan apa yang kamu tulis. Jangan takut tulisannya jelek dulu, yang penting jadi satu karya. Hasil ceritanya memuaskan atau tidak kan tergantung penulis itu sendiri. Kalau baru menulis beberapa baris aja trus langsung dihapus lagi kan sayang banget tuh pikiran kita. Udah capek-capek mikir tapi malah dihapus. Kalau masih dirasa kurang menarik, nanti kan bisa diakumulasikan dengan alur cerita yang lebih baik lagi.

Yang jelas harus PEDE dengan tulisan sendiri. Apa yang menurut kita jelek, kan belum tentu jelek bagi orang lain. Semangatt!!

Monday, September 1, 2014

Tanda Baca Al-Qur'an

Ketika membaca Al-Qur’an kita sering menjumpai tanda-tanda khusus yang dicetak lebih kecil di sela-sela ayat-ayat Al-Qur’an.  Tahukan anda bahwa tanda-tanda tersebut adalah tanda waqof dan memiliki maksud tertentu?

Tanda-tanda tersebut merupakan rambu-rambu dalam membaca Al-Qu’ran, berikut pengertian dari beberapa tanda-tanda waqof yang terdapat dalam Al-Qu’ran.

     Ù…    Harus berhenti     
     Ù„ا    Dilarang berhenti     
     ØµÙ„Ù‰     Disambung lebih baik     
     Ù‚لى    Berhenti lebih baik     
     Ø¬    Boleh berhenti     
     ؞؞    Boleh berhenti pada salah satunya namun dilarang berhenti pada kedua-duanya     
     °    Tidak boleh dibaca panjang baik ketika disambung atau berhenti     
     o    Dibaca panjang ketika berhenti dan dibaca pendek ketika disambung     
     Ø³ÙƒØªØ©    Berhenti sesaat tanpa bernafas dengan niat melanjutkan bacaan     
     ØªØ³Ù‡ÙŠÙ„    Mengeluarkan bunyi antara ا dan Ù‡Ù€     
     Ø§Ù…الة    Mengeluarkan suara antara bunyi fathah dan bunyi kasroh atau antara bunyi ا dan Ù‰ sehingga berbunyi [e]     
     Ù†Ù‚Ù„    Memindahkan harakat dari huruf yang hidup kepada huruf yang mati     
     Ø§Ø´Ù…ام    Membaca kata : la ta’manna pada surat Yusuf dengan cara didengungkan sambil menutup bibir.           Ù†    Tanda nun kecil adalah nun penghubung     
     Ø¹    Tanda satu ‘Ain    

Demikianlah pengertian dari tanda waqof yang sering kita jumpai ketika membaca Al-Qur’anul Kariim. Semoga bermanfaat!

Teknik Rubiks Cube 3x3 untuk Pemula

Algoritme edge rubik’s 3x3

U/U’ : sisi atas
R/R’ : sisi kanan
L/L’ : sisi kiri (berlawanan dengan R/R’)
F/F’ : sisi depan
f/f’ : sisi depan 2
D/D’ : sisi bawah
B/B’ : sisi belakang (berlawanan dengan F/F’)



*Note : tanda (') dibaca aksen.

Bagian 1
Dimulai dengan membuat corner bawah/alas (+). Untuk membuat corner bawah, sebenarnya kita tidak perlu memikirkan algoritmanya dulu. Cukup dengan pencarian. Misalnya, jika putih yang menjadi corner alas, dan kuning corner atas, maka sisi merah dan orange berlawanan dengan sisi biru dan hijau. Dan ingat, kaki-kaki cross-nya (edge yang di 4 sisi tengah) harus sama warnanya
Setelah corner kita dapatkan, maka untuk membuat alas penuh tidak menjadi kesulitan lagi. Kita cukup memperkirakan, yang sisi kanan dan kiri warnanya sama, dan tidak menghadap kebawah, maka itulah yang bisa dinaikkan, dan akan menjadi suatu alas penuh (bukan corner lagi).

Begian 2
Setelah alas jadi (1 baris), kita balik rubik’snya, dan membuat alas yang sudah jadi tadi tetap dibawah.
Selanjutnya, kita membuat baris kedua. Yang harus kita perhatikan disini adalah, warna ditengah atasnya. Maksudnya, warna ditengah atasnya, harus sama dengan warna dari kaki crossnya. Misal : jika putih yang menjadi alas, maka warna diatas adalah kuning. Kita tidak perlu memakai warna yang ada kuningnya. Cukup biru-merah, merah-hijau, hijau-orange, dan orange-biru.
Jika disisi kirinya yang teracak, Algoritmanya : U’, L’, U, L, U, F, U, F
Jika disisi kanannya yang teracak, Algoritmanya : U, R, U’, R’, U’, F’, U, F

Bagian 3
Setelah ke 2 baris jadi, kita membuat baris terakhir. Awalnya, kita harus membuat cross atas terlebih dahulu. Di bagian ini, biasa kita temukan bentuk L kecil, tanda titik, ataupun garis lurus. Kita tak usah memperhatikan edge yang lain. Cukup bentuk tersebut.
Untuk Algoritmanya, jika membentuk L kecil, maka kita harus memutarnya kesudut kanan bawah (L kecilnya terbalik menghadap kebawah). Berikut algoritmanya :
Jika garis lurus : F, R, U, R’, U’, F’
Jika L kecil : f, R, U, R’, U’, f’
Jika satu titik ditengah : F, R, U, R’, U’, F’, f, R, U, R’, U’, f’

Bagian 4
Nah, setelah cross atas jadi, pasti bentuknya beda-beda, dong! Terkadang, ada bentuk tambah (+), bentuk yang menyerupai ikan, atau bentuk seperti botol kecil (3-3-1).
Jika yang didapat adalah bentuk ikan, maka kita harus memutar edgenya kesisi sudut kiri bawah (jadi kepala ikannya berada disudut kiri bawah).
Namun, bila berbentuk botol kecil, kita memutar edgenya ke bagian kanan (bawah botol, atau 1 edge, berada dibagian kanan).
Untuk algorimanya, sbb :
Semua bentuk : R, U, R’, U, R, U2, R’

Bagian 5
Jika sisi atas sudah jadi, namun sampingnya masih acak-acakan, ini rumusnya :
R, U2, R’, U’, R, U2, L’, U, R’, U’, L
Wait! Sebelum menjalankan algoritma diatas, kita perlu memperhatikan dulu warnanya. Untuk lebih mudah. Bila ada 2, atau malah 3 sisi yang udah jadi, namun disisi lainnya masih acak, kita perlu memutar edgenya kearah kiri tangan kita. Baru deh, lanjutkan the algoritme !?

Bagian 6
Ternyata masih ada bagian ke 6, toh? O iya, sebelum jadi sempurna, biasa dibagian akhir, ada 3, atau 4 edge yang tertukar ditengah sisi atas rubik’s (alas tetap dibawah). Untuk menyelesaikannya, berikut algoritmanya :
F2, (U/U’), R’, L, F2, R, L’, (U/U’), F2
Gimana? Udah jadi kan, Rubik’snya? Kalo ada yang kurang dipahami, atau ada pertanyaan, silahkan komen aja.

Tuesday, August 12, 2014

Salam Semangat! :)

I LOVE MY LIFE, MY MOM, FAMILY, AND MY FRIENDS

Cerita hari ini kuawali dari kamarku. Aku terbangun seperti biasanya dengan wajah yang biasa-biasa saja. Tanpa semangat apapun, seolah tidak tahu apa yang ingin, dan akan kulakukan di hari ini. Aku pun tak kuasa menggerakkan tubuhku karena sejak beberapa tahun yang lalu, perlahan namun pasti, hampir semua persendianku kaku, dan tak bisa untuk aku gerakkan sendiri.

Sekedar Flashback, beberapa tahun yang lalu, aku divonis dokter menderita sebuah penyakit yang bernama Pengapuran Otot. Semacam gangguan yang menyerang otak sebelah kanan, dan berakibat pada sistem motorik gerak yang kurang sempurna.

Namaku Winda "Silvia" Saad. Namun sejak kecil, keluargaku lebih akrab menyapaku dengan nama Indah. Usiaku sudah menginjak 16 tahun. Aku sempat bersekolah di sekolah formal di kotaku selama kurang lebih delapan tahun. Dua tahun di Taman Kanak-Kanak, plus enam tahun di Sekolah Dasar disalah satu SD favorit yang ada di kota Makassar. Kota tempatku tinggal sejak berusia 4 tahun ini. Yap! Sebenarnya, aku dilahirkan di kota Dili (Timor Leste), dan sekitar tahun 1999 akhirnya pindah bersama dengan keluargaku, dan menetap di kotaku sekarang ini.

Disaat teman-teman seusiaku tengah sibuk-sibuknya dengan tugas-tugas sekolah mereka yang menggunung. Aku hanya bisa melakukan hal apapun yang aku bisa hanya di rumah saja. Mengapa? Pada usiaku baru menginjak 12 tahun, sebuah penyakit misterius menyerang tubuhku. Awalnya hanya menyerang bagian pangkal paha kiriku. Namun lama-kelamaan menyerang tangan kananku, yang selama ini selalu aku gunakan untuk menulis dan belajar. Pada awalnya memang sangat sulit untuk menulis dengan tangan yang kaku, namun karena aku terus berusaha tanpa lengah, walau terkadang capek, dan harus menggunakan papan pengalas untuk menulis dimeja, pada akhirnya aku berhasil lulus Ujian Nasional SD dengan nilai yang cukup memuaskan.

Setelah aku berhasil lulus UN dan Sekolah Dasar, kekakuan itu pun makin menjalar hampir ke seluruh bagian persendianku. Aku harus memilih, antara SLB (Sekolah Luar Biasa), Homeschooling, atau tidak sekolah sama sekali (Putus Sekolah). Sebenarnya, diantara ketiga pilihan itu tak ada satupun yang menjadi pilihanku. Namun karena keadaan dan kondisi fisikku, aku harus rela melepaskan impianku untuk bersekolah di sekolah umum (formal). Saat itu, aku akhirnya memutuskan untuk memilih Homeschooling saja. Tanpa teman, dan tanpa seorangpun sahabat. Tidak seperti yang pernah sangat bahagia kurasakan pada saat Sekolah Dasar dulu. Memiliki banyak teman, dan juga sahabat karib.
Empat tahun tak terasa berlalu seperti angin. Disela-sela kegiatan di hari-hariku yang bagiku “cukup membosankan”, aku tetap bersyukur karena memiliki seorang Mama yang sangat baik hati dan penuh kasih sayang. Sejak Papa dan adikku meninggal 12 tahun yang lalu, hanya Mama-lah yang selama ini selalu memberiku kekuatan, dan semangat untuk terus maju, dan juga bertahan melawan penyakit yang menyerang tubuhku ini. Bagiku, hanya dia yang mampu mengerti segalanya tentang diriku. Apa yang aku rasakan, apa yang membuatku gelisah, apa yang kuinginkan, apa yang kubutuhkan, bagaimana rasa sakitku, dan segala-galanya.

Selain itu, Mama juga selalu berusaha membuatku tersenyum dan tertawa. Disaat ia melihatku mulai merasa putus asa tanpa harapan sama sekali, ia pasti selalu berusaha untuk menghiburku. Bagiku, Mama adalah satu-satunya orang yang paling setia terhadapku di dunia ini. Ia bisa dijadikan teman, sahabat, Papa, bahkan saudara yang paling bisa mengerti aku. Ya, memang tak ada yang bisa menggantikan kasih sayang seorang Ibu. Apalagi senyumannya yang bagiku sangat menyejukkan hati. Canda tawanya seakan membuatku mampu melupakan sejenak rasa sakit yang aku rasakan ditubuhku ini. Sesakit apapun itu. I Love My Mom!

Selain Mama, ada juga Kakek dan Nenekku, kedua Orangtua dari Mama, yang selama ini juga selalu memberiku kebahagiaan. Di rumah merekalah, aku dan Mama tinggal sejak Papa dan adik lelakiku meninggal 11 tahun yang lalu. Aku sangat menyayangi mereka. Mereka juga sangat menyayangiku. Aku termasuk cucu pertama dan yang paling tua di keluarga nenek. Bahkan cicit tertua dari Ibunya nenek. Mereka, yang sejak kecil sudah terbiasa kusapa dengan sapaan Mama aji dan Papa aji, selalu memberi segala yang kubutuhkan. Papa aji juga sudah kuanggap sebagai Papaku sendiri. Disetiap aku menangis saat aku kecil dulu, dia juga sering memelukku. Pokoknya, aku sayang dan cinta mereka. Selain itu, Ada juga Om, Tante, dan adik-adik sepupuku yang lucu-lucu, senantiasa selalu menghibur, dan membuatku tertawa. I Love My Family!

Alhamdulillah … walaupun sakit, aku tetap bisa merasakan yang namanya berteman. Setelah lulus dari Sekolah Dasar itu, aku memang tidak pernah merasakan lagi indahnya persahabatan. Aku dan sahabat-sahabatku, masing-masing kami telah mempunyai kehidupan sendiri. Bagaimana pun dekatnya persahabatan kami semasa SD, itu semua hanya sesaat. Namun aku tetap merasa sangat bersyukur pernah mempunyai sahabat seperti mereka, yang selama enam tahun itu telah menerimaku apa adanya.
Selain teman di sekolah, sejak kecil aku juga memiliki teman yang rumahnya dekat dengan rumah tempat tinggalku, atau biasa juga disebut dengan tetangga. Aku dan mereka saling mengenal sejak kami masih kecil. Sebelum aku sakit beberapa tahun yang lalu, hampir setiap hari aku sering bermain bersama mereka.
Namun sejak aku sakit dan tak pernah keluar rumah lagi, aku jadi jarang bertemu dengan mereka. Terkadang juga, teman-temanku itu datang menjengukku di rumah. Namun karena kegiatan dan tugas-tugas sekolah mereka yang semakin padat, membuat mereka sulit untuk menemuiku lagi. Aku juga selalu berusaha untuk mengerti dengan kesibukan mereka di sekolah. I Love My Friends!

Seperti itulah, cerita singkat dari kisah hidup seorang Indah, yang kini bernama Aulia (Winda "Aulia" Saad). Gadis selalu semangat dalam menjalani kehidupannya di dunia ini. Lihat kan? Seorang anak yang sejak kecil menderita penyakit saja bisa bersyukur dalam berbagai cobaan yang dihadapinya dalam hidup. Masa’ orang yang sejak kecil sehat wal’afiat harus mengeluh dengan suatu hal kecil yang menghalangi karirnya dalam hidup? Menurut aku, hidup itu hanya persinggahan sementara. Coba pikirkan apa yang akan terjadi pada diri kita ini setelah persinggahan itu selesai! :)


Salam Semangat,
Winda Aulia Saad
***


 

Suara Hatiku Copyright © 2009 Cookiez is Designed by Bread Machine Reviews | watch free movies online by Blogger Templates